Ampuhnya Jimat Palsu Bagian Pertama

Ampuhnya Jimat Palsu Bagian Pertama

Budaya klenik yang mematikan potensi akal dan pikiran dan menghilangkan iman kepada Tuhan adalah salah satu kelamahan bangsa indonesia yang sudah menyatu dengan budaya turun temurun. Karena ketidak yakinan akan diri sendiri atau ingin mendapatkan sesuatu yang di luar akal sehat sehingga hal-hal klenik sering dilakukan.

Seorang teman, sebut saja X yang biasa mengobati orang lain dengan keyakinannya dianggap sakti oleh temannya sehingga ia dimintai jimat kewibawaan sehingga orang yang melihat dirinya akan takut dan tunduk. X yang merasa tidak punya apa-apa meyakinkan bahwa dirinya tidak bisa apa-apa namun temannya terus memaksa karena ia yakin X mempunyai kelebihan dibanding orang lain.

X yang suka bercanda juga akhirnya membuat sebuah jimat untuk temannya. Ia mengambil tahi kambing dan membungkusnya dengan rapi seperti bungkusan jimat-jimat lainnya. Setelah bungkusan itu rapi ia memberi sedikit minyak wangi biar terkesan supranatural dan memberikannya pada temannya.

Temannya menanyakan keampuhan jimat itu dan X meyakinkan bahwa jimat yang ia buat sangat ampuh dan sakti. Temannya sangat senang dan merasa pede. X dan temannya kebetulan satu kampung. X dan temannya pulang kampung dengan naik kereta namun kali itu dengan kereta berlainan.

Dalam perjalan naik kereta itu suatu keajaiban terjadi. Tiba-tiba saja ada orang yang mau berbuat jahat padanya. Teman X membentak orang itu dan orang itu jadi sangat ketakutan dan lari tunggang langgang. Teman X sangat senang dan merasakan keampuhan jimat yang X buat. Sepanjang jalan teman X kagum dan menciumi jimat itu.

Setelah sampai kampung, teman X mendatangi X dan menceritakan keampuhan jimat yang X berikan sambil tak henti-hentinya menciumi jimat sakti itu. Mendengar cerita temannya, X hanya tersenyum dan menyuruh temannya untuk membuka jimat buatannya.

Teman X akhirnya membuka jimat itu dan betapa ia terkejut karena jimat sakti yang ia ciumi ternyata berisi kototran kambing. Teman X merasa dibohongi namun ia tidak habis pikir bagaimana orang yang ia bentak lari ketakutan karena jimat palsu itu. X tertawa terbahak-bahak karena temannya telah diperalat oleh kebodohannya, oleh pikiran kleniknya dan oleh jimat palsu tersebut.

Pada prinsipnya setiap manusia mempunyai potensi bila mau menggunakan akal dan pikirannya tanpa harus menyandarakan diri pada hal-hal yang berbau klenik, jin dan kekuatan gaib atau negatif lainnya.