Asyiknya Berprasangka Baik Kepada Allah

Asyiknya Berprasangka Baik Kepada Allah

Sesungguhnya Allah itu menurut prasangka hambaNya. Jika si hamba berprasangka baik maka Allah akan baik pula padanya. Namun jika hambanya berprasangka buruk maka buruk pula yang dirasa dan diterima si hamba Allah tersebut. Sesungguhnya prasangka seorang hamba akan berpengaruh secara spiritual, psikologi dan berakhir pada tindakan atau perbuatan.

Misalkan seorang hamba berprasangka bahwa Allah akan memberinya takdir yang tidak baik maka hamba tersebut akan benar-benar buruk semua takdirnya walaupun dia mendapatkan sebuah anugerah tetap saja takdir buruk saja yang ia terima atau ia rasakan. Sedangkan bila orang tersebut selalu berprasangka baik pada Allah niscaya Allah memenuhi semua prasangka baiknya walaupun prasangka tersebut belum terjadi. Misalkan si hamba yang sedang berada dalam suatu kesulitan dan ia yakin bahwa Allah pasti akan menolongnya insya Allah, Allah akan menolong walaupun mungkin pada detik-detik terakhir atau dengan jalan yang sama sekali tidak kita sangka bahkan terkesan mustahil.

Prasangka baik pada Allah. Itu adalah kata-kata yang mudah untuk diucapkan namun tidak mudah untuk dilakukan karena membutuhkan iman yang lebih. Maksudnya iman yang lebih adalah lebih dari iman   orang lain, iman yang benar-benar dari hati bukan sekedar kata iman dari tenggorokan. Untuk berprasangka baik pada Allah memang tidak mudah dan butuh proses. Apalagi bila orang tersebut dalam hidupnya lebih mengandalkan logika atau pikiran daripada hati.

Pertanyaannya kapan kita harus berprasangka baik pada Allah dan cara memulainya bagaimana? Sebenarnya berprasangka baik dilakukan setiap saat, kapan saja dan dimana saja. Berprasangka baik secara psikologi mengajarkan orang untuk berpikir positif. Berpikir positif adalah kunci sukses dalam kehidupan. Dalam berusaha, bekerja, belajar dan lain-lain bibutuhkan pikiran yang positif.  Apalagi dalam berdoa kepada Allah SWT. Percuma saja kita berdoa memohon doa kita dikabulkan namun kita tidak yakin  doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Percuma saja kita meminta pada Allah tapi kita sendiri tidak yakin kalau Allah akan mengabulkan doa kita. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang tidak yakin padanya. Allah tidak mau mengabulkan doa orang tidak mempercayainya. Pendek kata Allah akan mengikuti prasangka orang yang berdoa.

Karena berprasangka baik membutuhkan iman yang benar dan dari  hati maka perteballah iman kita. Yakinlah bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa kita. Sesungguhnya Allah tidak pernah berdusta dan pasti menepati janji. Bukankah Allah berfirman ” Berdoalah, niscaya aku kabulkan”. Tunggu apalagi, percayalah pada Allah sepenuhnya. Percaya yang tidak pakai kata tapi. Anda percaya pada Allah, Allahpun tidak mau mengecewakan anda.

Sebenarnya berprasangka baik pada Allah itu mengasyikan karena Allah tidak mau mengecewakan hambanya. Berikut ini adalah kisah pribadi  saya bahwa berprasangka baik pada Allah itu mengasyikkan.

Dahulu hidup masih ngontrak dan gaji masih pas-pasan dengan satu istri dan seorang anak. Rasanya kadang sangat sulit untuk menyisihkan uang untuk ditabung bahkan sering pula kekurangan karena kebutuhan mendadak. Nah suatu hari kira-kira gajian masih beberapa hari lagi. Uang simpanan sudah habis. Mau ngutang sama siapa. Saya termenung bersama istri. Dalam hati terus memuji Allah. Dalam hati saya yakin akan mendapat pertolongan Allah namun entah darimana datangnya. Saat merenung bersama istri tiba-tiba sebuah sms datang dari teman dan mengabarkan kalau ada uang saya sebesar satu juta belum diambil.  Uang tersebut adalah uang rapel kenaikan gaji yang selama ini tidak saya perhatikan. Alhamdulillah akhirnya pertolongan Allah datang.

Kali lain saya mengalami situasi yang serupa. Ada sebuah kebutuhan yangs sangat mendesak dan butuh biaya yang cukup besar. Besok uang itu harus ada atau istri jadi pusing. Ikhtiar apalagi yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan uang  itu? Disituasi yang hampir mentok ini saya dituntut untuk tidak stress. Saya terus berdzikir dalam hati dan percaya kalau Allah pasti akan turun tangan dan menolong saya. Alhamdulillah, seorang teman memberi tahu kalau ada uang jatah saya yang belum saya ambil. Uang tersebut lebih dari cukup untuk biaya keperluan yang cukup besar tersebut.

Kali yang lain lagi saya dihadapkan pada hal yang serupa. Saya harus pulang membawa uang karena uang dirumah sudah habis dan juga saya harus membayar tagihan sebesar empat ratus ribu rupiah. Ya minimal saya  harus membawa uang untuk masak hari esok. Saya merasa tertekan namun saya yakin pasti akan ada jalan keluar.  Saya terpaksa meminjam uang sebesar lima puluh ribu rupiah pada aki-aki penunggu musholla.  Dan saya meminjam lima puluh ribu rupiah dan saya berjanji akan mengembalikan  uang tersebut sebesar seratus ribu rupiah sebagai tanda terima kasih. Baru saja uang  lima puluh ribu rupiah saya terima teman saya menelpon kalauada uang delapan ratus ribu rupiah untuk saya. Alhamdulillah. Dan hari itu juga saya penuhi janji saya pada aki-aki tersebut dengan memberinya uang seratus ribu rupiah.

Masih banyak lagi keajaiban berprasangka baik pada Allah yang tidak saya ceritakan namun sebagian lagi saya  ceritakan dalam postingan  pengalaman mengamalkan ya Fattah ya Razzaq Semoga apa yang saya tulis bisa menginspirasi anda bahwa berprasangka baik pada Allah itu tidak pernah rugi dan, memang asyik. Jangan cuma dimasukan dalam kepala tapi coba deh jalanin.

Semoga anda termasuk orang-orang yang beruntung.