Benarkah Kota Mekah Tempat Pembalasan?

Benarkah Kota Mekah Tempat Pembalasan

Seorang Ustadz pembimbing jamaah haji dan umrah mengadakan survey kecil-kecil terhadap para jamaah-jamaah yang dibawanya tentang perasaan dan pandangan mereka tentang kota Mekah. Kebanyakan dari mereka ternyata takut untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Kebanyakan umat islam Indonesia banyak dijejali oleh cerita-cerita aneh selama ibadah haji dan umrah. Dalam cerita tersebut banyak terjadi pembalasan tentang apa yang telah diperbuat di tanah air dan akan mendapatkan balasannya di kota Mekah. Misalnya, jika seseorang di tanah air sering memukuli orang maka ditanah Arab maka akan dipukuli oleh orang Arab atau siapa saja di Arab. Misal lagi, bila ditanah air orang tersebut sering menganiaya orang lain maka orang tersebut akan dianiaya orang di kota Mekah.

Misal lagi, jika orang tersebut sombong maka orang tersebut akan hilang atau tersesat disana dan tidak bisa menemukan kembali hotel tempat menginapnya. Benarkah setiap perbuatan yang buruk akan langsung mendapatkan balasannya disana?

Benarkah demikian?

Ustadz tersebut mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Selama lima belas tahun menjadi guide atau pembimbing jamaah haji dan umrah, baru sekali dia mengetahui ada kejadian aneh yang dianggap sebagai pembalasan atas perbuatan.

Ceritanya para jamaah mengaku sulit untuk mencium hajar aswad namun seorang jamaah dengan sombong mengaku bahwa selama beberapa hari dia sukses mencium hajar aswad dengan mudahnya. Setelah kembali ke hotel jamaah yang mengaku selalu sukses mencium hajar aswad tersebut mendapatkan air kran dikamar hotelnya tidak menyala. Pihak hotel akhirnya memindahkan jamaah tersebut ke kamar yang lain namun begitu dia disana ternyata kran airnya tidak nyala atau tidak mengalir airnya.

Pihak hotel kembali memindahkan jamaah tersebut ke kamar lain yang kran airnya menyala namun dengan ancaman hal tersebut adalah yang terakhir. Artinya jika kran kamar yang baru tersebut tidak menyala maka tidak akan diberi kamar yang baru.

Pada kamar yang ketiga kran airnya akhirnya mengalir,  namun air yang seharusnya mengalirkan air dingin ternyata mengalirkan air panas. Jamaah tersebut akhirnya mengaku pada Ustadz bahwa ia telah berbohong bahwa ia selalu sukses mencium hajar aswad setiap hari. Setelah bertobat akhirnya air kran dikamar hotelnya kembali normal atau dingin.

Hal-hal pembalasan tersebutlah yang banyak ditakuti oleh para jamaah haji dan umrah, bahkan ada juga karena saking takutnya seseorang membatalkan perjalanan umrahnya seminggu sebelum dia berangkat. Banyak orang yang takut mendapat malu, takut perbuatan atau dosa-dosanya terbongkar selama haji atau umrah.

Benarkah demikian? Setiap perbuatan atau dosa akan langsung mendapat balasannya di selama menjalankan haji dan umrah?

Saya mengenal orang ini (hampir detil semua perbuatan dosa-dosanya). Diantaranya adalah mempermainkan perempuan dan tidak bertanggung jawab dan suka memukuli orang yang dianggapnya salah. Beberapa tahun dia melaksanakan haji bersama salah seorang teman saya. Dari teman saya, saya tahu kalau ternyata orang tersebut selama menjalankan ibadah hajinya tidak mendapatkan balasan. Bahkan kebiasaannya memukuli orang diterapkan disana. Ceritanya ada jamaah haji Indonesia yang dianiaya oleh orang tinggi besar (kalau tidak salah dari Afrika). Solidaritasnya muncul, diam-diam dia mendekati orang Afrika tersebut dan segera memukulinya dari belakang dan langsung pergi menyelinap menghilangkan jejak.

Kalau kita lihat, seorang koruptor mantan ketua partai politik juga umrah untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapinya. Tentu saja uangnya adalah hasil korupsi. Dan apakah dia mendapatkan balasan dari apa yang dia perbuat ditanah air?

Seorang ustadz palsu yang banyak menipu para pasienya selama prakteknya juga menjalankan umrah dan dia baik-baik saja selama di kota Mekah.

Adalagi banyak para TKI yang berprofesi mengantarkan jamaah haji untuk bisa mencium hajar aswad namun setelah itu malah memeras jamaah yang menggunakan jasa mereka, dan mereka baik-baik saja tuh.

Kalau ada Jemaah haji yang sombong dan tersesat secara akal sehat sangat masuk akal. Tentu saja orang akan mudah tersesat bila ditempat yang bukan tempat tinggalnya, apalagi bila semua bangunannya mirip-mirip dan tidak bisa bahasa Arab dengan baik.

Memang segala sesuatu bisa terjadi. Kota Mekah bukanlah kota pembalasan. Kalau memang ada yang mendapatkan balasan atau teguran mungkin itu bentuk kasih sayang Allah kepada orang tersebut. Kota Mekah bukan kota pembalasan tapi kota yang dirahmati sebagai jawaban doa Nabi Ibrahim AS.

Sudah selayaknya bagi siapapun yang bisa sampai ke kota Mekah untuk berusaha mendapatkan rahmat Allah. Pada akhirnya semua akan bergantung pada masing-masing diri kita pribadi.

Tulisan ini berdasarkan cerita dari seorang Ustadz yang sudah lima belas tahun menjadi pembimbing ibadah haji dan umrah.

 

Mekkah adalah kota pembalasan? Lebih lengkap lagi anda baca pengalaman umroh saya ya.

Semoga bermanfaat.