Berilmu Tanpa Ilmu

Posted on

Berilmu Tanpa Ilmu. Apa yang dimaksud berilmu tanpa ilmu? Adakah orang yang berilmu tanpa ilmu? Lalu apa pula maksudnya? Anda yang sudah membaca kosong isi kosong pasti sudah mempunyai gambaran.

Berilmu Tanpa Ilmu
Berilmu Tanpa Ilmu

Kebanyakan manusia karena kosong maka akan banyak bicara yang tidak berguna bahkan menyombongkan diri karena kekosongan atau ketiadaan ilmu pada dirinya. Pada tahap ini manusia seperti pepatah tong kosong nyaring bunyinya. Pendek kata orang-orang yang berada pada tahap atau posisi ini adalah orang yang bodoh, tidak berilmu, tidak berisi.

Tahap yang kedua adalah isi. Pada tahap ini manusia sudah mulai berpikir, sudah mempunyai ilmu

namun karena ilmunya orang pada tahap ini merasa dialah yang paling pandai, yang paling sakti dan selain dia is nothing. Semua ilmu yang dia punya adalah hasil dari belajar atau usaha yang ia lakukan. Jika dia merasa sudah berilmu sesungguhnya dia masih kosong juga karena ada tahap yang lebih tinggi lagi dengan dia yaitu tahap yang terakhir yaitu kosong lagi.

Kosong terakhir sebenarnya berada pada tahap puncak dimana orang-orang yang berada pada tahap ini merasa dirinya tidak mempunyai apa-apa. Tidak mempunyai ilmu, tidak mempunyai kesaktian, tidak mempunyai kekuatan yang berarti namun bila membutuhkan sesuatu ilmu yang dia butuhkan muncul begitu saja dari dalam hatinya.

Orang yang dalam tahap kosong yang terakhir ini biasanya orang-orang yang sangat rendah hati karena sudah tahu siapa dirinya yang sesungguhnya, tahu dimana posisinya dalam kehidupan terutama di depan tuhan. Baginya tuhan yang maha kuasa sedang dirinya is nothing. Namun bila orang ini diadu dengan orang yang pada tahap isi maka orang yang berada dalam tahap isi akan tidak ada artinya. Semua ilmu dan kesaktian yang dia banggakan seakan mentah oleh orang yang kosong terakhir.

Orang yang pada tahap kosong terakhir ini seakan memegang semua kunci ilmu yang sejatinya ilmunya muncul begitu saja bila dibutuhkan. Tanpa belajar tapi bisa. Berilmu tanpa ilmu. Bisa tanpa belajar. Kosong tapi isi.

Orang yang saya kagumi adalah Raden Ngabehi Yosodipuro yang bisa menanyai mayat yang sudah dikubur tentang apa penyebab kematian si mayat. Kepandaian beliau membuat orang yang melihat takjub namun Raden Ngabehi sendiri merasa tidak punya apa-apa karena beliau tidak pernah mempelajari ilmu menanyai mayat. Beliau bisa begitu saja karena dorongan hati dan itu biasa terjadi pada orang-orang yang sering tirakat dan mendekatkan diri pada sang pencipta alam.

Sejatinya ilmu juga tidak perlu dicari atau dipelajair asal mau mendekatkan diri pada tuhan. Kita ikuti kisah Permadi sang paaranormal yang politikus yang mengaku sebagai penyambung lidah Soekarno. Kegemarannya untuk tirakat membuat dirinya bisa mengobati dan meramal orang lain. Itu terjadi begitu saja dalam dirinya tanpa mantra seperti yang banyak orang sangkakan pada beliau. Ilmu datang sendiri atau bisa dengan sendirinya. Namun ilmu-ilmu mengobati dan meramal orang lain tidak membuat Permadi bahagia dan akhirnya ditinggalkannya karena permintaannya pada sang pencipta adalah mempunyai derajat yang tinggi dan itu akhirnya tercapai dengan menjadi angggota DPR RI dan sekarang menjadi tetua suatu partai.

Dari apa yang saya dengan dan lihat sendiri di kampung saya memang banyak orang-orang sederhana yang mempunyai kelebihan tanpa baca puja mantra namun rajin tirakat, puasa, shalat malam dan ritual tirakat lainnya.

Berilmu tanpa ilmu menurut saya adalah ilmu yang tertinggi dan luar biasa, nggak percaya silahkan dicoba dan jangan didiskusikan. Ilmu yang didapat dari laku adalah ilmu yang real sedangkan ilmu yang didapat dari diskusi adalah ilmu yang nggak bermutu karena cara pakainya pasti untuk debat.

Tidak percaya? Coba saja. Anda boleh kunjungi majelis dzikir tawakal telpon; 021 7718878