Haruskah Umrah Supaya Doa Terkabul?

Posted on

Kemarin di infotainment seorang ustad bersama istrinya sedang di sorot mau berangkat umrah untuk memanjatkan doa supaya cepat dikarunia anak. Mereka menikah belum ada setengah tahun dan sudah ingin cepat-cepat mempunyai anak sehingga mereka sengaja menjalankan umarah supaya doa mereka terkabul.

Haruskah Umrah Supaya Doa Terkabul?
Haruskah Umrah Supaya Doa Terkabul?

Fenomena  ustad, artis dan orang kaya yang pergi ke arab dengan menjalankan umrah dengan tujuan doa mereka terkabul sering kita saksikan di infotainment. Mereka mengira kalau memanjatkan doa di arab, di mekah atau di depan kabah doa mereka pasti dan akan terkabul.

Dalam islam ada tempat-tempat tertentu dan waktu-waktu tertentu yang disarankan untuk berdoa Karen mutajabah. Namun menurut saya apa yang mereka kerjakan percuma saja. Seperti orang yang selalu beranggapan semua yang berbau arab pasti bagus sehingga dengan budaya dan jatidiri dirinya sendiri tidak ada lagi.

Dari dulu sebenarnya saya selalu protes dengan mereka yang sengaja umrah dengan maksud berdoa didepan kabah. Kabah memang suci  namun apakah mereka yang berdoa sudah suci? Contoh gampang saja dulu ada seorang artis yang  dengan heboh melakukan pernikahan didepan kabah dengan harapan pernikahan mereka langgeng namun apa yang terjadi? Setahun kemudian mereka sudah cerai.  Ada beberapa orang yang saya tahu melakukan hal yang sama? Ya berdoa  didepan kabah tidak ada salahnya tapi  anggapan  bila sesuatu dilakukan didepan kabah itu adalah salah besar. Sebagala sesuatu baik disamping karena  doa dan takdir tapi ada juga ikhtiar dari yang bersangkutan. Disini karena sudah merasa berdoa ditempat yang mustajab sering orang melupakan ikhtiar supaya doanya terkabul.

Terus terang daripada berdoa jauh jauh dan membuang ongkos alangkah baiknya bila ongkos tersebut diberikan buat tetangga atau disekitar rumah yang masih membutuhkan. Anak yatim dan piatu dan fakir miskin masih banyak bertebaran disekeliling rumah kita. Tinggal kita mau membuka mata,hati dan pikiran mereka atau tidak. Dan saya sangat yakin dengan membuat mereka bahagia doa kita akan mustajab walaupun mereka tidak mendoakan kita.

Okelah berdoa didepan kabah yang mustajab namun ada tetangga atau orang yang semestinya dibantu dan tidak suka dengan kita yang dianggap menghambur-hamburkan uang sedangkan mereka sangat membutuhkan.  Dalam hati kecil mereka tidak suka dan ketidak sukaan mereka adalah doa yang langsung konek pada Allah. Kira-kira doa kita akan terkabul? Jika yang sakit hati satu orang bagaimana? Kalau ada uda orang yang sakit hati, tiga orang dan seterusnya apakah doa kita didepan kabah akan mustajabah?

Bukan hanya umrah naik hajipun bagi saya kalau disekitar kita masih ada yang membutuhkan bantuan kita lebih baik ditunda saja. Lebih baik mementingkan kebaikan umat lain daripada mementingkan diri sendiri.  Tidak akan jadi haji mabrur bila hati kita tidak tergerak melihat penderitaan orang lain. Tidak akan mabrur haji seseorang bila tidak mau berkorban untuk  orang-orang  yang membutuhkan. Semoga bermanfaat.