Ilmu Hitam, Ilmu Putih, Ilmu Kosong

Posted on

Ilmu Hitam sudah tentu cara mendapatkannya dengan tidak baik, kalau masih baik sudah tentu penggunaannya untuk hal-hal jahat. Sedangkan ilmu putih cara mendapatkannya dengan cara yang lebih baik daripada ilmu hitam, setidaknya tidak meminta tumbal nyawa atau hal-hal aneh seperti ilmu hitam, dan ilmu putih tujuannya juga baik walaupun bisa juga digunakan untuk hal-hal yang tidak baik.

Ilmu Hitam, Ilmu Putih, Ilmu Kosong
Ilmu Hitam, Ilmu Putih, Ilmu Kosong

Ilmu hitam didapat sebenarnya hanya untuk memuaskan nafsu manusia yang kesetanan, misalkan ilmu gendam untuk membuat orang lain tidak sadar sehingga bisa mengambil keuntungan dari orang yang tidak sadar tersebut, misalkan untuk mengambil harta atau bahkan kesuciannya, termasuk ilmu gendam disini adalah ilmu pelet yang membuat seorang pria atau wanita tunduk sehingga mau menuruti hawa nafsu orang yang memelet. Walaupun tujuan orang yang memelet akan dinikahi, tetap saja cara tersebut adalah dengan cara yang buruk atau jahat. Bayangkan orang rela membuat orang yang katanya dicintai dengan mempengaruhi orang tersebut dengan bantuan jin, sudah tentu disini nafsu bicara.

Contoh lain ilmu hitam adalah santet. Santet sudah tentu jin kafir atau setan yang bekerja untuk memuaskan orang yang menyuruhnya dengan membuat orang yang disantet menderita bahkan sampai pada kematian. Sekali lagi ini demi nafsu jahat manusia ilmu santet bekerja.

Cara mendapatkan ilmu hitam yang saya ketahui adalah dengan puasa atau tirakat, misalkan semedi, ngebleng, mutih, bertapa, dan alin-lain. Biasanya mereka membaca mantra-mantra tertentu, laku atau ritual tertentu, dan sering juga dengan menggunakan tumbal-tumbal tertentu. Misalkan, harus menumbalkan anak kandung (pada leak), meminum darah manusia, darah haid, memakan otak orang yang sudah mati, selingkuh dengan perempuan lain, meminta tumbal perawan, menginjak injak al qur’an, dan lain-lain.

Sedangkan ilmu putih cara mendapatkannya lebih halus atau tidak meminta tumbal. Mereka masih membaca mantera atau wiridan. Ritualnya kadang tidak beda dengan ritual ilmu hitam namun mereka tidak meminta tumbal. Puasa, semedi dan bertapa masih mereka jalankan untuk mendapatkan ilmu yang mereka inginkan. Ilmu putih disini juga sering dianjurkan pada para pelakunya untuk hidup rendah hati, tidak sombong dan mematuhi perintah-perintah agama. Saya masukan dalam golongan ilmu putih adalah mereka yang menjalankan ilmu hikmah, walaupun ada mungkin sedikit perbedaan ilmu putih dengan membaca mantera dengan ilmu hikmah.

Bagi yang mengamalkan ilmu hikmah, mereka sering mengklaim bahwa ilmu mereka berkhodam malaikat dan saya katakan bahwa mereka telah tertipu. Malaikat tidak akan pernah duduk berdampingan dengan jin kafir atau setan. Pengalaman saya yang terjebak dalam ilmu kontak khodam malaikat namun masih bisa dimasuki oleh ilmu dari jin kafir dan membuat saya hampir gila selama empat tahun.

Ilmu kosong, disini adalah dzikir atau ibadah yang hanya mendekatkan diri kepada Allah semata. Orang sering terpesona atau tersihir oleh orang-orang yang “berilmu” sehingga orang yang semata-mata beribadah kepada Allah semata diangap tidak mempunyai kemampuan. Kalau anda mengatakan bahwa orang yang beribadah hanya semata pada Allah tidak mempunyai kemampuan, itu memang benar. Lho bagaimana ini?

Orang yang beribadah semata kepada Allah hanya mengharapkan bantuan hanya dari Allah semata, bukan dari “khodam” malaikat atau jin. Orang yang beribadah semata kepada Allah akan benar-benar mengosongkan dirinya dari ikatan-ikatan nafsu (nafsu dunia, nafsu terhadap wanita, nafsu terhadap tahta, dan lain-lain). Dirinya dibuat bergantung dan selalu konek pada Allah. Bila orang sudah konek kepada Allah, dalam lindungan Allah, insya Allah tidak ada makhluk Allah yang bisa mengganggunya, mencelakakannya, atau merendahkannya.

Permasalahannya banyak orang yang mengaku beriman kepada Allah namun masih mencari yang selain Allah. Nafsu mereka masih diumbar dan rela menukar agama atau tauhid mereka dengan dunia dan segala isinya. Orang yang beriman bukannya tidak membutuhkan dunia dan segala isinya namun dunia dan isinya adalah sarana atau jalan ibadah atau pengabdian kepada Allah semata. Hati mereka tidak terikat pada dunia dan isinya tapi terikat pada Allah. Inilah yang saya maksud ilmu kosong.

Orang yang mempelajari ilmu hitam atau putih menurut saya adalah orang-orang yang tertipu. Orang berilmu hitam tidak usah dibahas dari niat, cara mendapatkan ilmu dan pengamalannya jelas bukan jalan Allah. Lalau bagaimana dengan ilmu putih? Atau ilmu hikmah? Lihat saja niat mereka hanya ingin mendapatkan ilmu bukan untuk ibadah. Ibadah adalah mencari keridhaan Allah semata. Mereka sering membuang waktu untuk wiridan ini dan itu dan kirim doa ini dan itu, untuk para leluhur atau orang yang berjasa pada ilmu yang sedang mereka amalkan. Mereka membaca ayat-ayat tertentu dengan hitungan-hitungan tertentu yang syariat islam tidak mengajarkannya. Mereka membaca ayat-ayat al qur’an, asmaul husna, kalimat toyyibah dan lain sebagainya SEOLAH-OLAH mereka sedang berdzikir untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, padahal tujuan mereka bukan Allah tetapi ilmu. Dan selama mereka dzikir (palsu) terebut dalam ingatan mereka bukannya Allah, tetapi hitungan. Sudah berapa ya hitungannya. Sangat bohong jika mereka wiridan tersebut yang diingat adalah Allah dan tujuan mereka adalah Allah. Mereka benar-benar tertipu.

Banyak pelaku ilmu yang katanya ilmu putih bergaulnya dengan jiin, misalkan melakukan mediumship atau praktek kehadiran dan sudah tentu yang masuk kedalam tubuh adalah jin setan, bukan ruh para wali atau malaikat.

Bukan rahasia lagi banyak pelaku ilmu putih/ilmu hikmah yang memperjual belikan ilmunya, misalkan melakukan pengobatan dengan tarif tertentu yang memberatkan pasien. Ada lagi yang menyamar sebagai ustad dan memberlakukan tarif walaupun hanya sekedar bertemu atau berkonsultasi, apalagi kalau sampai membantu? Mahal.

Ada yang beranggapan bahwa untuk jadi ahli pengobatan harus bisa ilmu hikmah atau ilmu putih seolah-olah hanya merekalah yang bisa menyembuhkan penyakit. Sebenarnya shalat malam, puasa, dan dzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah juga sangat dahsyat. Banyak keajaiban lewat apa yang telah Nabi SAW ajarkan namun sering dianggap sepele. Istigfar juga obat yang sangat dahsyat. Silahkan bagi anda yang ingin dikabulkan hajatnya atau dibanyakkan rizkinya, baca dan hayati istigfar. Insya Allah.

Banyak cara mengatasi masalah yang sesuai dengan syariat islam. Jangan jerumuskan diri anda pada belenggu setan. Hidup ini sungguh tidak lama. Setiap detik akan dimintai pertanggung jawabannya. Setiap perbuatan akan dimintai juga pertanggung jawabannya. Jalan yang benar seringkaliĀ  tidak sesuai dengan nafsu kita dan berat untuk dijalani. Tapi yakinlah bila kita di jalan Allah, Allah akan bersama kita. Bila Allah bersama kita, insya Allah dunia ini akan menjadi mudah.

Semoga bermanfaat.