Inilah Mengapa Dalam Satu Bulan Ada 600 Toko Online Di Indonesia Yang Bangkrut

Posted on

Inilah Mengapa Dalam Satu Bulan Ada 600 Toko Online Di Indonesia Yang Bangkrut

 

Tulisan ini sebenarnya di ilhami dari melihatĀ  dari banyaknya toko online yang tidak diperpanjang lagi oleh pemiliknya. Anda bisa melihat banyak toko online yang tidak diperpanjang ini di beberapa website penyedia expired domain dan saya hanya memperhatikan ini di expireddomain.net sebagai rujukan karena sudah sangat familiar bagi saya pribadi.

Kembali ke topik tentang banyaknya toko online di Indonesia yang bangkrut dan nama domainnya tidak

Inilah Mengapa Dalam Satu Bulan Ada 600 Toko Online Di Indonesia Yang Bangkrut
Inilah Mengapa Dalam Satu Bulan Ada 600 Toko Online Di Indonesia Yang Bangkrut

diperpanjang lagi. Angka 600 berasal dari rata-rata perhari sekitar 2o buah domain yang expired dan tidak di perpanjang. Angka 20 bisa kurang dan juga bisa lebih. Saya hanya mencoba memukul rata saja. Kadang bisa mencapai 30 nama domain kadang kurang, makanya saya pukul rata saja menjadi 20 domain perhari. Jadi kira-kira ada 20 domain toko online yang expired dan tidak di perpanjang yang berasal dari Indonesia.

Jika cuma melihat 20 domain yang expired perhari itu terlihat sedikit namun jika dilihat dalam satu bulan yang mencapai 600 bahkan kalau dalam satu tahun yang minimal mencapai 6000 domain dalam satu tahun rasanya sangat luar biasa, luar biasa berapa banyak uang yang terbuang sia-sia atau kebangkrutan dari total semua toko online tersebut. Jika satu domain dan hosting membutuhkan biaya minimal 500 ribu rupiah maka minimal kerugian total antara 150 juta sampai 360 juta rupiah dan itu bisa berkembang lagi menjadi 600 juta jika sewa domain dan hostingnya sebesar satu juta.

Itu belum lagi di tambah dengan harga thema atau template yang sudah pasti tidak gratis dan sewa para desainer web yang harganya juga tidak murah. Terus kerugian tersebut ditambah lagi dengan biay optimasi atau SEO yang biaynya berjuta-juta. Ini belum di tambah dengan modal untuk membeli barang yang mereka jual, biaya iklan dan lain sebagainya.

Toko online memang masih booming dan dimana-mana orang-orang dijejali dengan pemikiran bahwa jualan online sangat menguntungkan dibandingkan dengan jualan offline karena jualan mereka bisa di lihat dan dibeli oleh semua orang di Indonesia bahkan dunia. Para pakar dan penyelenggara seminar terus meracuni otak-otak orang awam supaya ikut jualan online dengan segala iming-iming keuntungan yang bermilyar-milyar. Para (yang mengaku) pakar online tersebut membuat jualan online rasanya menjadi seperti pekerjaan yang sangat mudah dengan keuntungan beribu-ribu bahkan bermilyar-milyar (sorry hiperbola dikit). Apa yang mereka ajarkan seringkali adalah kata-kata alay namun di terima dengan senang hati oleh orang-orang awam di dunia internet (newbie). Bahkan para pakar tersebut mengangkat dirinya adalah setingkat dewa (dewa dalam dunia internet marketer) supaya nama mereka menjadi sangat menarik dan terkenal.

Apa yang diajarkan oleh para pakar atau suhu internet marketer seringkali adalah hal-hal dasar yang kalau kita mengikuti petunjuk google dan youtube pun kita bisa dengan sendirinya. Tapi ya begitulah para pakar atau suhu atau mastah yang suka menghisap darah newbie.

Kembali ke toko online, banyak toko online yang bangkrut karena pada prakteknya banyak sekali yang harus orang kuasai dan harus orang lakukan supaya toko online mereka dikenal google, dikenal orang, dicari orang dan orang mau membeli pada mereka.

Sebenarnya banyak hal yang harus newbie atau orang awam ketahui, bahwa jualan online atau memiliki toko online tidaklah sesederhana dan tidak sesimpel yang para pakar atau mastah katakan. Itulah mengapa banyak toko online di Indonesia yang bangkrut dan tidak di perpanjang lagi. Saya pribadi banyak mengikuti seminar dan workshop pakar internet marketer dari yang nyamnyam, yang realitor dan banyak lagi lainnya, yang ahli SEO, dari tingkat dasar sampai advance, FB Ads dan lain sebagainya. Saya mengalami bangkrut yang luar biasa sehingga uang hutangnya harus saya lunasi selama lima tahun karena jualan online dan toko online saya tidak jalan.

Bukan salah para pakar internet marketer atau mastah penghisap darah newbie namun mereka terlalau menyederhanakan masalah. Kalau misalnya uang yang buat modal jualan di toko online tersebut adalah hasil hutang atau jual asset rumah dan tanah maka otomatis mereka di kejar deadline atau target dimana jualan mereka harus secepat mungkin menghasilkan uang. Mereka yang memiliki toko online kebanyakan pasti akan terkejut karena jualan online ternyata lebih sulit dan lebih ribet daripada jualan biasa atau jualan offline. Seperti jualan offline, jualan online juga memiliki persaingan yang luar biasa. Segala sesuatu dalam jualan online memang bisa di pegang orang atau menyuruh orang, misal dalam membuat website, membuat logo, mengupload gambar, membuat copy write dan lain sebagainya, namun bisa Anda bayangkan berapa banyak modal yang harus mereka keluarkan. Semua ada harganya dan harganya juga tidak murah. Belum lagi dalam mengelola website, karena pemula seringali website atau toko online mereka mengalami error atau di bajak atau di hack orang. Biaya dan waktu untuk mengelola toko online harus fulltime bagai para pemula atau newbie.

Mereka para newbie atau orang baru di dunia internet marketer pasti akan kaget bukan kepalang karena apa yang mereka bayangkan dan apa yang dikatakan para mastah atau pakar yang mereka ikut workshopnya ternyata tidak mudah.

Bagaimana uang akan datang sendiri bahkan di saat tidur bisa datang kalau toko online mereka bermasalah. Toko online yang bermasalah sudah tentu tidak di percaya google apalagi di percaya orang-orang. Kalau sudah tidak dipercaya bagaimana mereka ada pemasukan? Bagaimana barang-barang yang mereka jual di toko online mereka akan laku?

Sekali lagi banyak hal yang harus mereka kuasai dan mereka lakukan dan itu artinya mereka juga butuh banyak modal, minimal butuh waktu untuk semuanya. Bagi yang modalnya cekak dari hasil jual tanah dan rumah atau dari ngutang pasti akan segera gulung tikar.

Selain alasan-alasang diatas mengapa banyak toko online di Indonesia tutup adalah karena semakin banyaknya toko online besar atau market place seperti tokopedia, shopee, bukalapak, lazada, zalora yang memiliki modal yang tidak ada batasnya. Para market place tersebut memiliki dana yang tak terbatas lebih dari milyaran, sedangkan toko online biasa paling hebat beberapa juta rupiah.

Para market place tersebut memiliki modal supaya wesbite mereka menjadi nomor satu di google bahkan di mata netizen dan orang awan lainnya karena iklan mereka bukan hanya online tetapi juga offline. Dari segi desain toko online biasa sudah pasti lewat. Dari sisi SEO juga lewat, apalagi dari segi iklan.

 

Kelihatannya kok putus ada banget ya? Saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Pertama kali saya belajar SEO dan toko online dahulu pas bareng dengan berkembangnya tokopedia dan bukalapak saya sudah minder dan kenyataannya memang sekarang terbukti benar. Salah satu penyebab runtuhnya toko online biasa adalah karena adanya market place market place tersebut. Dan hal yang mendasar lagi mengapa toko online di Indonesia banyak yang tutup adalah karena di market place kita bisa mendapati harga-harga yang sangat murah atau banting harga. Banyak seller yang banting harga sehingga harganya sangat murah. Di dalam market place saja harganya sudah gila-gilaan murahnya dan para seller tersebut saling bersaing. Mengapa harga mereka sangat miring atau sangat murah adalah karena disampaing persaingan antar penjual atau seller juga banyaknya produsen yang langsung jualan di market tersebut. Kalau produsen saja sudah jualan di market place ya sudah alamat akan banyak seller yang mati karena kalah harga.

Itulalah mengapa banyak toko online di Indonesia yang bangkrut alias gulung tikar.

Pertanyaannya apakah masih mungkin kita berjualan di toko online kita sendiri namun masih menguntungkan?

Jawabannya tentu saja masih. Cuma banyak syarat supaya jualan kita di toko online bisa bersaing atau tetap menguntungkan walaupun ada persaingan dari tokopedia, shopee dan bukalapak.

Saya sendiri jualan cuma lewat blogger, bahkan banyak sekali blogger zombie saya gunakan. Saingannya memang para market place tersebut namun kelebihan saya adalah fast respons. Gampang dihubungi dan bisa dikirim cepat. Deal sekarang dan uang sudah masuk rekening, barang segera saya kirim. Hal itu tidak mungkin dilakukan saat ini (menurut saya) lewat market place, khususnya barang-barang yang butuh banyak penjelasan.

Sudah tentu barang yang kita jual di toko online adalah barang yang masih sedikit persaingannya dan kita kuasai hulunya atau produsennya. Ya paling tidak kita mendapatkan barang tersebut dari tangan pertama dan sulit di cari.

Saya sendiri punya beberapa dropshipper di beberapa market place. Saya sudah menjual barang saya dengan harga yang sangat tinggi namun karena langka orang tetap saja datang dan membeli pada saya, bahkan para dropshipper saya menjualnya lebih tinggi lagi. Para dropshipper tersebut tetap laku walaupun harnya sangat tinggi karena para pembeli kadang menginginkan rasa aman atau terjamin atas transaksi yang mereka jalankan dan itu ada di para market place.

 

Dengan adanya market place yang berkembang di Indonesia saat ini rasanya harus berpikir seribu kali kalau harus membuat toko online sendiri. Jika produk Anda banyak di minati dan di cari masyarakat dan stocknya terbatas, silahkan Anda buat toko online dan masih ada harapan untuk berkembang. Namun jika tidak lebih baik hidup numpang pada orang lain karena kadang kita hidup memang harus numpang pada orang lain ketika kita tidak mampu.

Namun jika Anda mampu dan bisa bersaing, silahkan Anda mandiri dan bikin toko online kebanggaan dan sumber rejeki Anda. Semoga beruntung dalam berniaga dan bijak dalam bertindak.

Syarat memiliki toko online yang bisa bersaing dengan para market place yaitu

  1. Produk terbatas dan banyak diminati oleh banyak orang.

Hal ini sudah saya terangkan diatas.

  1. Kuasai semua kata kunci di google

Anda harus menguasai hampir semua kata kunci dan muncul di halaman pertama google. Syukur-syukur di nomor pertama atau teratas. Walaupun kata kunci dari produk Anda tidak yang paling atas namun karena barangnya terbatas, Anda masih punya kesempatan untuk menjual produk Anda melebihi yang di jual di market place.

  1. Fast Response

Cantumkan nomor telpon dan WA Anda dan segera layani para calon pembeli Anda. Keuntungan toko online biasa adalah di sisi fast respon. Setelah banyak kata kunci muncul di halaman pertama walaupun tidak di urutan paling atas namun fast response atau kemudahan untuk dihubungi adalah satu kelebihan. Sering kali pembeli mentransfer uang hampir menjelang isya dan malam itu juga barang saya kirim karena jasa pengiriman misalkan Tiki atau JNE masih buka dan barang belum di pick up. Tergantung sih jasa pengiriman apa yang di pakai. Intinya begitu uang masuk rekening barang segera dikirim dan nomor resinya kita kirimkan kepada para pembeli sehingga para pembeli merasa senang, dan itu seringkali tidak ada dan tidak terjadi ketika mereka belanja di market place.

  1. Kuasai juga Medsos dan Youtube.

Karena persaingan masih sedikit maka biasanya dengan mudah video jualan kita yang kita upload di youtube akan muncul paling atas. Manfaatkan juga media social lainnya seperti Facebook, Intagram, Twitter dan sebagainya. Oh ya forum-forum jualan juga bagus untuk di gunakan.

  1. Manfaatkan google my bisnis

Anda harus benar-benar memanfaatkan fasilitas dari google ini karena dengan google my bisnis atau google bisnisku ini toko online Anda bisa nongkrong nomor satu di google, baikĀ  di kota Anda maupun di kota-kota yang Anda tuju. Silahkan dioprek sendiri layanan google in.

Alhamdulillah sudah lebih dati tiga tahun saya makin exist jualan di toko online saya, di blogger dan juga wordpress.com. Semoga artikel sharing ini bisa bermanfaat untuk Anda.