Masih Efektifkah Jualan Di Facebook Tanpa Iklan

Posted on

Masih Efektifkah Jualan Di Facebook Tanpa Iklan

Dahulu jualan di Facebook menjadi primadona entah bagi pemula ataupun yang professional. Maksudnya pemula adalah orang yang sekedar jualan di Facebook dengan hanya share gambar-gambar dagangan model Ibu-ibu rumah tangga atau orang awam lainnya yang kadang membuat sebal karena mentag orang lain dengan sembarangan. Dan orang yang professional adalah mereka yang jualan di facebook dengan menggunakan Facebook ads atau iklan di Facebook. Dahulu jualan dengan kedua cara tersebut sangat potensial.

Masih Efektifkah Jualan Di Facebook Tanpa Iklan, facebook ads, jualan di facebook
Masih Efektifkah Jualan Di Facebook Tanpa Iklan, facebook ads, jualan di facebook

Dahulu seorang Ibu-Ibu hanya mengupload gambar dan mentag teman-teman facebooknya bisa sukses dan memiliki dua kios pakaian muslim. Jaman dahulu juga banyak orang yang sukses dengan berjualan menggunakan Facebook Ads, barang yang harganya Cuma ribuan di jualannya menjadi puluhan ribu bahkan barang yang harganya belasan atau dua puluhan ribu bisa dijual ratusan ribu. Masih efektifkan jualan di Facebook tanpa iklan?

Saya membatasi memabahas jualan di Facebook model Emak-Emak dengan berjalan di Facebook secara manual yaitu dengan mengupload gambar-gambar jualan dan mentag orang lain seenaknya sendiri, karena jualan dengan Facebook Ads sudah pasti sangat prospektif walaupun juga banyak yang boncos alias bangkrut karena persaingan yang sudah jenuh ataupun karena strategi iklannya yang tidak menarik dan tidak menghasil penjualan yang baik.

Artikel ini di ilhami dari ngobrol dengan seorang internet marketers yang biasa ketemu setiap habis magrib di JNE untuk mengirim barang. Sebut saja dia IM. IM sudah dua tahun ini resign atau keluar dari pekerjaannya untuk membantu istrinya berjualan online. Pertama kali istri IM jualan online karena untuk mengisi waktu luangnya sebagai istri dan untuk mencari tambahan lewat internet.

 

Istri IM menjadi dropshipper dan menjual barang apa saja yang bisa di jadikan barang dropship lewat Facebook. Ternyata semakin lama berkembang dan hasilnya bahkan lebih besar dari IM yang bekerja pada suatu perusahaan. IM akhirnya bisa resign untuk membantu istrinya. Awalanya IM hanya membantu namun lambat laun dia juga membeli barang untuk di stock dan mencari toko apasaja yang mau barangnya dijualkan secara online.

Dia berhasil mendapatkan barang-barang yang bisa distock dengan harga murah dan mendapatkan beberapa toko yang mau menjual secara dropship padanya.

 

Usaha IM dan istrinya terus berkembang. Berbeda dengan Internet Marketers lainnya, IM mengambil untung setiap barang yang dia jual tidaklah banyak. Dia hanya mengambil untuk cuma sekitar sepuluh ribu dari dropship yang ia jalankan. Mungkin Anda bertanya bagaimana bisa cuma mengambil sepuluh ribu? Ternyata dia memiliki group whatsapp sendiri yang terdiri dari para dropshipper yang jumlahnya sudah lima ratus lebih.

Sepuluh ribu kali setengahnya limat ratus atau kali dua ratus orang setiap harinya bisa lumayan juga. IM hanya bermodalkan gambar yang dia dapat dari toko atau orang lain yang mau barangnya di jual secara dropship.

 

IM bahkan tidak segan memperlihatkan jumlah orang yang menjadi dropshippernya dan berapa jumlah belanja para dropshippernya setiap minggunya. Semua terlihat gampang dan rapih karena dia ternyata sudah memiliki aplikasi khusus sehingga dia dengan mudah mengelola para dropshippernya termasuk omset dari semua dropshippernya dari ujung barat Indonesia sampai ujung timur Indonesia.

 

Oh ya IM bercerita kebanyakan para dropshippernya kebanyakan adalah Ibu-Ibu atau perempuan yang jualan dengan menggunakan Facebook manual atau hanya mengupload foto-foto jualan saja.

 

IM mengajak saya untuk bergabung untuk ikut berjualan dan menjadi dropshipernya dan meminta saya untuk menginstal aplikasi yang ia punya di playstore jika saya mau bergabung atau istri saya mau bergabung. Saya tidak berminat karena saya tidak punya keuletan seperti para Ibu-Ibu atau Emak-emak yang jualan di Facebook.  Saya lebih senang jualan di google bahkan menggunakan blogspot. Walaupun menggunakan blogspot karena tidak ada lawannya (lawannya sedikit) Alhamdulillah ada hasilnya.

 

Cerita lagi ya, IM tidak menyarankan jualan di market place seperti tokopedia, bukalapak, shopee dan lainnya karena harga di market place benar-benar gila murahnya. Itu semua karena para produsen barang juga langsung main di market place sehingga bisa banting harga.

Memang rejeki Allah yang mengatur namun sudah rumus manusia kalau belanja pasti cari yang murah. Saya pribadi pernah merasakan jualan di tokopedia dan bukalapak. Harga di sana gila-gilaan murahnya dan banyak sekali persaingannya. Kalau harga standar sih kita tidak ada yang melirik, baru kalau harganya benar-benar murah baru barang kita ada yang beli. Jualan di marketplace sangat sadis bagai orang yang bermodal minim.

Hebatnya IM dibercerita kalau dalam waktu dua tahun dia sudah bisa beli rumah di Jakarta. Silahkan cari sendiri harga rumah di Jakarta, khususnya di Cakung, Jakarta Timur.

Untuk Anda yang tidak punya modal banyak bisa memanfaatkan Facebook karena ternyata masih prospektif. Untuk lebih prospektif dalam berjualan di Facebook silahkan Anda cari sendiri cara berjualan di Facebook yang sesuai dengan target market yang Anda inginkan. Banyak kok tutorialnya di google.

Selamat mencoba.