Master Iman VS Master Energi

Posted on

Dzikir yang dilakukan dengan sepenuh hati atau khusuk sebenarnya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sadar atau tida,tahu atau tidak dzikir yang dilakukan menghasilkan energi yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Disini saya membagi energi dalam dua macam, yaitu energi iman dan energi lain (tenaga dalam/energi tubuh).

Master Iman VS Master Energi
Master Iman VS Master Energi

Dahulu saya mempunyai dua orang pembimbing dzikir atau master dzikir yang mempunyai cara pandang berbeda mengenai dzikir dan cara penggunaannya. Master dzikir yang lebih mementingkan iman saya sebut saja master iman dan master dzikir yang lebih mementingkan energi  saya sebut master energi.

Kata master iman, iman adalah yang utama daripada energi dzikir. Iman sangat penting untuk menghadapi segala tantangan kehidupan. Dengan iman, tantangan sebesar apapun akan bisa dihadapi. Iman yang mantap akan memancarkan energi yang luar biasa dahsyat dan tidak mudah dideteksi oleh orang lain. Contoh yang paling mudah adalah para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka seumur hidup tidak pernah mempermasalahkan energi dari dzikir karena keimanan adalah  yang utama. Banyak juga orang yang tidak tahu menahu tentang energi dzikir (olah dzikir dan tenaga dalam) namun sangat dahsyat (bisa mengatasi masalah kehidupan) hanya berdasarkan keimanan saja.

Kata master energi, energi adalah sangat penting. Dengan energi kita bisa menghadapi segala macam persoalan kehidupan. Jika saya menghadap master energi ini, maka yang  pertama dia lihat dari saya adalah energi dzikir yang ada dalam tubuh saya. Kalau energi dzikir saya kuat atau tinggi berarti saya rajin dzikir dan bisa mengendalikan nafsu saya. Sejujurnya master energi ini juga yang telah menolong saya dari kegelapan dari pengaruh khodam jahat selama empat tahun. Hanya dengan mengukur energi suatu khodam atau jin, master energi dengan mudah bisa mengalahkan mereka. Karena keahliannya ini juga master energi sering jahil yaitu membuang ilmu orang atau menetralkannya. Terakhir master energi menetralkan ilmu ahli pernapasan. Dengan keahliannya ilmu ahli pernapasan tersebut berhasil ia copot sehingga ahli pernapasan tersebut lemas karena kehilangan ilmunya.

Master iman bukannya tidak mempunyai kelebihan. Master iman bahkan kadang sangat luar biasa bagi saya  namun master iman menganggap yang ia punya adalah hal biasa dan tidak pernah diceritakan. Kalaupun ada yang tahu  tentang kelebihannya itu karena ada yang melihatnya langsung dan menceritakannya pada saya atau orang lain.

Menurut master iman, setinggi-tingginya atau sebesar-besarnya energi pasti akan habis bila menghadapai suatu masalah  yang besar dan kita akan menjadi lelah dibuatnya. Namun bila kita menggunakan (energi) iman maka berarti dalam menghadapi suatu masalah berarti kita menyerahkan semuanya  pada Allah dan energi Allah adalah luar biasa dan tidak ada habisnya.

Pendek kata energi dzikir atau tenaga dalam yang biasa didapat dari berdzikir adalah bukan yang utama karena yang utama dari berdzikir adalah mendekatkan diri pada Allah atau memperkuat iman atau tauhid kepada Allah. Sekali lagi, orang yang rajin berdzikir pasti akan mempunyai energi atau tenaga dalam namun itu hanya efek samping dan bukan tujuan utama walaupun energi dzikir atau tenaga dalam bisa untuk pengobatan, mengatasi penyakit, mengatasi makhluk gaib dan lain sebagainya.

Dari jaman dahulu sampai sekarang pesona tenaga dalam sangat mempesona sehingga banyak orang yang salah jalur karena lebih memilih  efek daripada tujuan. Orang lebih mencari tenaga dalam, ilmu gaib, ilmu terawang, ilmu pengobatan, ilmu kesaktian dan lain lain daripada mencapai tujuan bertemu Allah SWT.

Ya maklum dengan menguasai ilmu gaib, tenaga dalam, ilmu terawangan dan ilmu gaib lainnya akan lebih dipandang oleh orang lain. Dipandang lebih berilmu dan mempunyai kelebihan dan itu artinya kesempatan memperoleh harta dan kedudukan lebih terbuka. Bukankah sekarang paranormal atau dukun lagi ngetrend?

Menurut anda bagaimana? Iman atau tenaga dalam? Bertemu Allah atau mendapatkan ilmu gaib atau kesaktian? Anda percaya bahwa sakti adalah salah satu efek dzikir? Orang yang berdzikir tidak ihklas saja bisa sakti apaalgi yang benar-benar ikhlas? Yang berdzikir tidak ikhlas biasanya baca ayat ini itu sekian kali dan lakukan ritual ini itu maka anda bisa kebal, bisa menerawang alam gaib, bisa mengobati orang dan lain-lain. ( ini banyak di blog tetangga atau banyak juga di group facebook).

Orang yang berdzikir dengan ikhlas untuk menjadi sakti itu mudah namun karena ilmu itu bukan tujuan utama maka biasanya ilmu itu dianggap tidak ada atau merasa tidak bisa karena pada kenyataannya memang tidak bisa. Orang yang berdzikir dengan ikhlas itu merasa dirinya kosong walaupun sebenarnya isi. Sakti bagi orang yang berdzikir dengan ikhlas adalah suatu cobaan semata bukan tujuan.

Sekali lagi iman atau tenaga dalam? Dzikir dengan ikhlas atau efek yang dahsyat yang anda cari?