Mengapa Kita Lebih Suka Pergi Ke Dukun?

Posted on

Pergi ke dukun bagi masyarakat indonesia adalah seperti adat atau budaya turun-temurun, khususnya untuk daerah pedesaan. Kebiasaan ini sering terbawa ketika orang tersebut datang atau tinggal di kota, atau daerah pedesaan tersebut telah beruba menjadi pedesaan. Namun bukan berarti orang kota tidak pergi ke dukun atau paranormal, karena dukun atau orang pintar atau dianggap orang pintar adalah orang yang dianggap tua atau mempunyai suatu kelebihan.

Mengapa Kita Lebih Suka Pergi Ke Dukun
Mengapa Kita Lebih Suka Pergi Ke Dukun

Karena keterbatasan ilmu dan iman orang sering mendatangi dukun untuk meminta pertolongan atau sekedar doa. Sekali lagi mereka mengganggap mereka sebagai orang yang berilmu, orang yang pandai, orang pintar, orang yang bisa, orang yang bisa diandalkan, bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau seseorang. Dukun atau paranormal dianggap bisa menyembuhkan suatu penyakit sehingga banyak yang disebut dengan tukang suwuk, atau dukun sembur.

Ada juga dukun yang bisa dianggap bisa membantu masalah seseorang, misalnya masalah doa. Misalnya dukun dianggap doa lebih terkabul dengan ilmu yang dimilikinya, misalnya doa supaya cepat mendapatkan jodoh, cepat mendapatkan momongan, cepat kaya, cepat mendapatkan pangkat dan jabatan dan lain sebagainya.

Ada juga dukun yang dipercaya bisa memberi solusi tentang masalah apapun, misalnya masalah pribadi, misalnya untuk melampiaskan sakit hati dan hanya dukunlah yang dipercaya   bisa membantu rasa sakit hati tersebut dengan ilmu santetnya atau dengan ilmu pelet yang dia miliki.

Orang sering mencari panutan sebagai teladan pada diri seorang dukun karena dukun dirasa bisa membawa keajaiban dan perlindungan. Kalau ada orang yang macam-macam tinggal kita lapor saja sama si dukun dan oran yang macam-macam akan bisa kita tundukan. Kalau kita merasa terdesak secara ekonomi kita tinggal minta doa atau meminta gembolan atau mantra supaya usaha kita lancar. Kalau kita merasa diganggu oleh jin setan kita tinggal minta tolong atau minta disembur oleh mbah dukun dan semua akan beres.

Kita lebih sering melihat sosok dukun sebagai sosok yang luar biasa karena itu kita bersikap realistis, realistis saja masa ada orang yang sakti tidak kita dekati, iyakan? Dengan orang yang sakti kita akan terlindungi. Apalagi bila dukun sakti tersebut tahu atau bisa membaca masa depan, iyakan? Apalagi kita sudah melihat orang-orang yang sukses karena datang pada dukun tersebut. Apalagi kita lihat juga banyak artis dan pejabat datang pada dukun atau paranormal tersebut.

Kita melihat dukun adalah segalanya, luar biasa. Lalu dimana Tuhan? Tuhan adalah urusan kita masing-masing.

Hal-hal tersebutlan yang membuat kita kelinger atau tersesat. Dukun atau paranormal dianggap dan dipatuhi melebihi Tuhan. Asal berbentuk makhluk jika dibandingkan oleh Allah SWT adalah tiada artinya. Jangan dikira dukun bisa meramal masa depan dia lebih hebat dari Allah. Siapapun yang terlihat hebat namun tidak membuat orang-orang yang datang padanya tidak menyandarkan hidupnya pada Allah adalah sesat, walaupun itu seorang kyai atau ustadz.

Anda boleh percaya atau tidak, orang yang sering mendatangi orang yang dianggap lebih (dukun) adalah orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri.  Orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri adalah orang yang tidak beriman. Orang yang beriman atau bertauhid pasti akan percaya pada Allah dan akan berpikir positif. Orang yang berpikir positif tidak akan mudah putus asa karena putus asa berarti temannya setan.

Orang yang putus asa disamping jauh dari rahmat Allah juga akan mencari jalan pintas atau kejaiban untuk solusi dari masalah yang ia hadapi, dan itu ia lihat pada orang-orang yang dianggap mempunyai kelebihan atau kesaktian. Demi kejaiban sering kali iman dan akal ternodai. Demi keajaiban,  nafsu dan keduniaan jadi lebih dikedepankan sehingga syariat agama dinomor duakan. 

Sesungguhnya hidup didunia itu sekejap mata, dan akhirat abadi dan nyata. Di dunia ini siapakah manusia yang paling jujur dan mulia? Tentu saja Nabi Muhammad SAW tercinta. Nabi sangat mencintai tukang kayu yang tangannya kasar namun dengan jalan yang halal daripada orang yang kaya yang kaya dari jalan setan.

Realistis saja kalau para dukun itu benar-benar hebat tentu dia tidak pusing dengan kehidupannya. Tidak mungkin dia menipu para pasien yang datang.   Lain kali akan saya posting kebohongan duku-dukun yang pernah saya temui dulu sebelum saya insyaf. Yakinlah dukun, kyai, ustadz atau siapa saja adalah sama. Carilah panutan yang sesuai dengan agama bukan yang sesuai dengan nafsu semata.

Semoga bermanfaat, bagi yang tida setuju sorry aja bukannya sok suci tapi marilah mengikuti jejak Nabi SAW. Terima kasih telah.