Mengobati Sakit Dengan Dzikir

Posted on

Mengobati sakit atau penyakit dengan dzikir sebenarnya caranya tidaklah susah. Namun terkadang banyak orang yang tidak percaya diri untuk mengobati sakit dengan dzikir atau bacaan ayat-ayat al qur’an. Banyak orang yang tidak percaya diri dan takut tidak sembuh, dan sering melihat orang lain yang bisa mengobati dan sembuh, menganggap mereka mempunyai kelebihan atau ilmu-ilmu tertentu atau ilmu yang disembunyikan karena dianggap mempunyai khasiat atau lebih mustajab atau manjur.

Mengobati Sakit Dengan Dzikir
Mengobati Sakit Dengan Dzikir

Anggapan ini bisa benar dan juga bisa salah. Orang yang bisa mengobati orang lain adakalanya memang mempunyai wiridan tertentu dari ayat-ayat tertentu, atau mengamalkan sholawat tertentu, dengan tirakat atau riyadhoh tertentu dan lain-lain, dan ada pula yang amalannya sangat sederhana, misalkan hanya mengamalkan basmalah saja, alfatihan saja, qulhu annas dan falaq saja, atau dzikir kalimat toyyibah.

Lalau bagaimana tentang hasilnya? Apakah perbedaan antara amalan dengan wiridan tertentu atau tirakat tertentu dengan amalan yang sederhana? Mana yang lebih mustajab? Jujur saja kalau saya melihat teman-teman yang dipentingkan adalah tauhid mereka atau jalan hidup mereka yang penting tidak melenceng. Dalam mengobati orang mereka seringkali membaca alfatihah saja diulang-ulang, atau membaca kalimat toyyibah, misalkan istigfar saja, la haula wala quwata saja, inna lillah wa inna ilaihi rojiun saja, subahnallah saja, atau dengan asmaul husna saja. Kalau usaha mereka mustajab, itu karena mereka yakin kepada Allah dan terus meminta dengan rendah hati. Apakah mereka sering gagal atau tidak mustajab? Jawabannya sering.

Nah untuk yang pakai wiridan tertentu saya tidak menguasai dan paling tahu kalau pas lagi ngobrol sedikit dengan mereka yang bisa atau orang-orang yang dekat dengan mereka. Untuk yang begini mereka juga sama saja, mereka sering juga gagal atau tidak berhasil menyembuhkan orang lain.

Nah yang aneh adalah bila ada orang yang mengadakan pengobatan dengan dzikir lalu mengiklan diri dan seolah-olah penyakit apa saja bisa sembuh, itu adalah hal yang aneh. Aneh saja, karena semua penyembuhan berasal dari Allah SWT bukan dari mereka. Sehebat apapaun pengobatan dengan dzikir ( dan tenaga dalam) tidak bisa melepaskan diri dari ketentuan Allah. Mungkin kalau menggunakan herbal atau obat-obat tertentu saya masih percaya karena masih bisa dipikir dengan logika.

Jangan terpengaruh iklan di tivi atau testimoni kesembuhan tentang segala pengobatan alternatif. Mereka semua hanya mencari uang, yang sering menjual agama, baju agama, tingkah salih, dan ayat-ayat al qur’an demi mendatangkan uang. Pengobatan alternatif yang sangat mudahpun akan bertarif berjuta-juta karena marketing dan masuk tivi.

Katakanlah kalau yang diobati sepuluh orang, lima sembuh dan lima lagi gagal atau mati, maukah mereka mengatakan yang sejujurnya? Kalau diantara sepuluh misalkan yang sembuh hanya tiga terus yang tujuh kenapa tidak juga di eksploitasi? Sudah banyak saya mendengar tentang kegagalan segala macam bentuk pengobatan.

Menurut saya pengobatan seperti kita mencari jodoh. Jika berjodoh dengan air putih yang dikasih doapun akan sembuh, namun jika tidak, pengobatan yang paling mahalpun akan percuma.

Pengobatan dengan dzikir bisa dengan dzikir hati atau dengan jahar atau dikeraskan. Bila didalam hati ini mirip dengan tenaga dalam dan sering mengundang kecurigaan khususnya bagi mereka dari islam salaf. Supaya tidak mengundang kecurigaan bekerja sama dengan jin baca saja ayat-ayat al qur’an, kalimat toyyibah atau asmaul husna dengan suara yang keras.

Mintalah dengan sepenuh hati kepada Allah sambil telapak tangan ditempelkan pada tempat yang sakit atau dibacakan pada air putih untuk diminum atau untuk mandi, semoga dengan air putih tersebut Allah memberi kesembuhan dan melepaskan orang dari problem yang sedang dihadapi.