Pengalaman Mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq 1

Posted on

Pengalaman Mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq 1

Artikel Pengalaman Mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq 1 ini saya dokumentasikan atau saya kumpulkan supaya tidak hilang walaupun di internet sudah banyak di share. Ini adalah pengalaman batin Ibu dari Saudara Yitno Yuwono dari Gombong Kebumen.

Pengalaman Mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq 1
Pengalaman Mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq 1

Pengalaman ini sebenarnya adalah pengalaman Ibuku dan pernah aku share di blog saya dan banyak juga di share di blog atau blog lain dengan judul pengalaman mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq namun di sini Anda akan mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap dengan caranya yang Insya Allah bisa juga Anda tiru, Anda amalkan, dan semoga dengan mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq ini Allah SWT memberikan Anda pertolongan sehingga Anda bisa melalui permasalahan seretnya rejeki dan mendapatkan solusinya.

Waktu tahun 2004 an, saya sedang gandrung dengan dzikir hati dan diantaranya adalah bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah lewat Ya Fattah Ya Razzaq. Ibuku bertanya dzikir apa yang cocok supaya rejekinya bisa lancar. Lalu aku mengajari Ibuku dzikir hati Ya Fattah Ya Razzaq. Namun Ibuku ternyata tidak bisa menjalankan dzikir hati. Ibuku hanya bisa dzikir jahar atau dzikir yang diucapkan, sehingga aku membebaskan Ibuku yang penting tetap dzikir.

Oh ya waktu itu Ibuku terkena kanker dan membutuhkan banyak biaya. Didalam keluargaku hanya aku dan adikku yang membuka bengkel yang jadi tulang punggung. Aku yang bekerja pada pemerintah, waktu itu gajinya Rp. 750.00,- . Uang tabunganku ludes dan akupun hutang di bank dan sisa uang gajikuku tinggal Rp. 50.000,- . Dan itu masih kurang.

Waktu itu untuk biaya operasi kanker dan pengobatannya membutuhkan biaya sangat banyak. Setelah uangku tidak cukup maka semua pengobatan Ibuku tergantung pada Adikku yang membuka bengkel. Alhamdulillah rejeki kami waktu itu sepertinya ajaib karena datang dengan mudah sehingga proses operasi dan pengobatan Ibu saja berjalan lancar dari segi biaya.

Percaya atau tidak waktu itu adikku menjual motor kesayangannya. Biasanya kalau menjual motor butuh waktu yang cukup lama namun waktu itu sekitar dua hari motor adikku terjual dan herannya dengan harga yang tinggi lagi.

 

Yang ajaib waktu itu adalah kalau adikku berbicara rasanya semuanya mendatangkan uang dengan mudah. Hanya membantu orang mau membeli sesuatu saja dapat uang dua ratus ribu dan ratusan ribu. Hanya menunjukkan sesuatu pada orang, orang tersebut memberi uang ratusan ribu pada adik saya.

Apa saja yang adik saya lakukan semua jadi uang. Ibarat kata, hanya berteriak saja menghasilkan uang dan semua Alhamdulillah cukup untuk membiayai proses operasi dan pengobatan kanker Ibu saya.

Kalau mengenang waktu itu rasanya rejeki mengalir dengan mudah. Rejeki mudah sekali datangnya, ibaratnya tanpa dicari. Beda dengan sekarang dimana kita sudah berikhtiar setengah mati namun rejeki rasanya tidak seperti dulu lagi. Sekarang Ibu sudah meninggal dunia