Pengalaman Pengalaman Ajaib Selama Menjalankan Umroh

Pengalaman Pengalaman Ajaib Selama Menjalankan Umroh

Pengalaman ini adalah pengalaman pribadi saya bersama teman teman yang alhamdulillah bisa menjalankan umroh bersama sama.

Bila kita mencermati dari cerita cerita jamaah haji, atau orang yang pernah menjalankan ibadah haji,  tanah Makkah dan Madinah seolah olah seperti tempat yang bisa langsung membalas kesalahan atau dosa orang orang yang pergi kesana.

Banyak cerita ajaib dan luar biasa yang sering menunjukkan pada dunia bagimana orang orang berdosa terbuka aibnya yang selama ini disimpannya rapat rapat,  atau dibalasnya orang orang yang telah berbuat jahat dengan balasan yang tidak terduga duga.

Harapan saya cerita nyata ini bisa di ambil hikmahnya sebagai pelajaran dan membuat kita semua menjadi lebih baik.

Seorang teman yang di Indonesia yang seringkali merasa pandai sendiri, padahal dia hanya lulusan SD saja, ketika sedang membeli barang pada seorang anak,  anak tersebut marah dan menunjuk nunjuk teman saya tersebut dan berteriak stupid stupid.

Perselisihan tersebut Akhirnya bisa di redam oleh teman saya yang lain.  Teman yang sering merasa paling pandai di sana malah di bodoh bodohi oleh anak kecil.

Teman saya yang merasa paling pandai sendiri tersebut,  seringkali sombong dan mengkipas kipas  uang yang baru dia dapat di depan teman teman yang lain waktu di Indonesia, sudah tentu dengan rasa sombong.  Kejadian benar benar terjadi di depan saya sendiri.

Sebelum kami, saya dan teman teman pergi umroh,  kami di beri amplop berisi uang 200 dolar dari salah seorang dermawan.  Kami  semua sudah membuka amplop berisi 200 dolar tersebut.  Saat teman saya yang biasa kipas kipas uang membuka amplopnya di hotel di Madinah, dia kaget dan tak percaya Karena uang dolar yang dia lihat bernilai 100 dolar dan satu dolar.

Berkali kali dia lihat seolah tak percaya dan sangat kecewa melihat uang yang seharusnya 100 dolar tapi yang ada hanya satu dolar.

Kami juga terkejut Karena uang dalam amplop tersebut bernilai 101 dolar, yang seharusnya 200 dolar.  Dalam hati kami, ini mungkin buah dari kesombongan dia selama ini,  dan merupakan teguran Alloh kepadanya kalau dia mau berpikir.

Ada lagi teman saya yang sejak dari Indonesia bertujuan tinggal saja di dalam hotel selama umroh dan tidak ingin kemana mana.  Tiba tiba saja selama umroh giginya sakit dan tidak sembuh sembuh.  Dia berpikir keras kenapa dia bisa sakit gigi karena gigi yang biasa sakit sudah dia tambal, dan dia juga sudah menjaga benar giginya namun masih tetap sakit.

Setelah pulang umroh akhirnya dia tahu penyebab kenapa giginya sakit,  yaitu karena keinginannya yang salah sebelum berangkat umroh, yaitu dia ingin didalam hotel saja.  Keinginan tersebut benar benar terkabul dengan cara sakit gigi.

Waktu towaf,  saya benar benar mulas dan kepengin buang air besar  sehingga saya segera berlari keluar dari Masjidil Haram mencari toilet. Salah seorang teman bertanya kenapa saya lari.  Teman dekat saya mengatakan paling paling kepengin buang air besar katanya.  Setelah berkata begitu dia juga tiba tiba mulas dan kepengin buang air besar. Itulah kalau suka menyepelekan orang lain di Masjidil haram,  langsung dapat balasannya.

Cerita ini benar benar paling ajaib menurut saya.  Salah satu jemaah umroh terdiri dari satu keluarga,  terdiri dari anak istri suami dan orang tuanya yaitu seorang nenek nenek berusia 70 tahun lebih.  Nenek tersebut sudah sangat tua,  giginya sudah ompong, sangat lamban dan suaranya sangat lemah.  Bahkan ngomong saja pakai bahasa isyarat.

Suatu malam sekitar jam setengah tiga pagi,  nenek yang jalannya sangat pelan tersebut pergi meninggalkan kamar hotel.  Sampai siang nenek tersebut belum pulang ke kamar hotel juga.  Semua jamaah umroh jadi heboh dan membicarakan keluarga nenek tersebut karena kelihatannya tidak merasa kehilangan dan terlihat angkuh.

Saya dan teman teman secara jujur tidak suka pada anak dan menantu nenek tersebut karena terlihat angkuh dan menyalahkan mereka.  Sampai sore menjelang maghrib,  beritanya nenek tersebut belum pulang juga. Kita semua berprasangka dia hilang atau dirampok orang Arab, karena dilihat dari Sisitivi nenek tersebut keluar hotel di bantu salah satu laki laki berwajah Arab, dan ketika itu si nenek mengenakan gelang emas yang sangat tebal dan berat yang baru di belikan anaknya.

Setelah sholat maghrib di Masjidil Haram,  kami bertiga, walaupun dongkol kepada keluarganya, berdoa kepada Alloh supaya nenek tersebut ketemu dan bisa pulang. Waktu pulang setelah sholat maghrib, kami seharusnya keluar masjidil Haram langsung belok kiri menuju hotel,  namun,  diantara lautan manusia yang jumlahnya ribuan setelah sholat maghrib kami terbawa arus sehingga tidak langsung belok kiri tapi malah lurus.

Ketika kami mau belok,  tiba tiba tangan teman saya di pegang orang dan orang tersebut ternyata adalah si nenek hilang yang baru kami doakan.   Alhamdulillah dan rasanya sangat ajaib diantara lautan ribuan manusia nenek tersebut masih bisa ketemu.  Segera saja nenek tersebut kami tuntun menuju hotel.  Kami tuntun karena tawaran kami untuk menggendong di tolaknya.

Kisah lain adalah teman yang sakit gigi tersebut kehilangan sandal berkali kali dan di ketawain sama teman yang lain.  Nah suatu saat mereka sholat di Masjidil Haram.  Teman yang ngetawain tersebut menggeletakan sandalnya disampingnya namun terhalang lemari kecil. Setelah sholat anehnya sandal yang di geletakan hilang tak berbekas.  Dia tidak habis pikir bagaimana sandalnya bisa hilang padahal jaraknya sangat dekat hanya terhalang lemari kecil. Makanya jangan suka mentertawai orang lain.

Bila Anda ingin menemukan jati diri Anda,  tanah Makkah dan Madinah adalah tempat yang sangat pas untuk mengetahui jati diri Anda,  dengan catatan Anda mau jujur dan berpikir. Di sana seakan akan ada cermin kehidupan bisa terlihat semua.  Yang baik,  yang sombong,  yang pelit,  yang provokator dan lainnya terlihat jelas.

Di Indonesia,  untuk mengetahui diri sendiri butuh proses panjang dan bahkan butuh riyadoh namun, di Mekah dan Madinah kita bisa terang benderang melihat siapa diri kita.  Tinggal kita mau menerima dan belajar atau tidak.  Sebenarnya banyak sekali cerita ajaib dari para pembimbing namun yang saya ceritakan tadi adalah pengalaman pribadi dan teman teman  Semoga berguna dan bisa diambil hikmahnya.