Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Ada lagi pengalaman unik, ini menimpa teman saya yang hitam yang mirip orang Pakistan tersebut. Ceritanya ketika malam hari kami sedang transit menunggu pesawat mau ke Madinah. Teman saya yang hitam ini memperhatikan tiba orang anak mirip orang India yang sedang rebutan botol minuman. Di malam hari melihat anak-anak  yang berebut adalah hal yang menyenangkan namun Ibu dari ketiga anak-anak tersebut tiba-tiba marah pada teman saya dan bilang ,”You Problem?” Ibu tersebut bertanya berkali-kali pada teman saya sambil marah-marh. Teman saya menggelengkan kepalanya namun hal tersebut malah membuat Ibu tersebut semakin marah sambil berkata-kata dalam bahasa inggris yang tidak tahu artinya. Beruntung Ibu tersebut dicegah dan ditenangkan oleh suaminya sehingga teman saya tersebut selamat. Setelah dianalisis, You problem artinya masalah buat loe? Begitu kira-kira artinya. Namun yang mengherankan adalah ketika teman saya menggeleng tapi Ibu tersebut malah tambah marah, ternyata gelengan kepala bagi orang India artinya iya( kalau nggak salah) sedangkan maksud teman saya adalah tidak namun karena beda budaya gelengan kepala yang bagi kita tidak bagi Ibu asal India tersebut artinya jadi iya, jadi tidak heran jika Ibu tersebut marah bukan kepalang.

Pengalaman unik lain, seorang Jemaah tua, masih satu travel kehilangan sandal ketika sholat Dzuhur. Panas terik jalanan aspal sangat panas. Walaupun sudah dekat hotel Jemaah tua tersebut akhirnya menepi. Takut Jemaah tua terebut nanti hilang, teman saya segera mencarikan kardus dan tali. Dibuatnya kardus tersebut seperti sepatu dan diikat sehingga Jemaah tua tersebut bisa pulang ke hotel tanpa kepanasan, namun sepanjang jalan dia diketawai oleh orang-orang Arab yang melihatnya.

Lain lagi dengan teman yang lain, dia kehilangan sandal waktu sholat dzuhur. Panas terik dan jalanan sangat panas, karena tidak kuat kepanasan dia menepi di kantor polisi. Melihat teman saya tidak memakai sandal seorang polisi memberinya sandal baru. Akhirnya dia bisa pulang ke hotel dengan sandal yang baru.

Di Masjidil Haram kita tidak boleh sombong dan berprasangka buruk. Suatu  malam saya mau tawaf dan meletakan sandal di kotak tempat sandal karena takut hilang jika diletakkan ditempat lain namun yang terjadi malah sandal saya hilang. Saya berusaha mencarinya berkali-kalai namun tidak juga ketemu. Saya akhirnya keluar dari Masjidil Haram dan masuk lagi lewat pintu pertama saya masuk dan kemudian ke kotak tempat penyimpanan sandal namun sandal saya tidak saya temukan juga. Setelah saya perhatikan ternyata orang-orang Arab itu rusuh. Kalau mencari sandal maka semua sandal di jatuhkan dari semua kotak sehigga tercampur dengan sandal-sandal yang lain. Berbeda dengan kita, kalau kita mencari sandal maka di carinya satu persatu setiap kotaknya dan dimasukkan lagi sandal tersebut sesuai nomor urut kotak masig-masing sehingga tertib, tidak seperti orang Arab tersebut. Yang jelas kita tidak boleh berprasangka yang tidak baik di Masjidil Haram.

Contoh lagi pengalaman unik adalah ketika tawaf wada. Beberapa meter tawaf wada saya lari terbirit-birit karena ingi berak. Seorang teman bertanya pada temannya, Kenapa tuh si Jack? Ah paling mau berak dia. Setelah mengucap kata tersebut teman saya tiba-tiba perutnya mulas dan lari terbirit-birit mencari toilet.

Sebenarnya banyak hal atau kejadian unik untuk diceritakan namun saya rasa cukup segitu aja.

Pengemis Internasional

Di Mekah, Madinah dan di Jedah banyak sekali pengemis baik yang bercadar ataupun yang tidak, baik yang berkulit hitam atau putih. Mereka adalah para pengemis internasional. Mereka akan meminta uang real, dolar ataupun rupiah. Hati-hati jika anda memberi mereka uang. Jika anda memberi salah satu diantara mereka uang maka yang lainnya akan datang mengerubungi dan meminta bagian.