Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Memberi uang sedekah pada mereka bisa juga berakibat buruk aau fatal. Ceritanya saya mengeluarkan dompet saya yang sangat tebal ( baru tukar rupiah jad real). Saya beri salah seorang dari mereka sepuluh real. Melihat salah seorang temannya diberi uang para pengemis perempuan segera mengelilingi saya namun yang tidak saya senang mereka berusaha mengambil uang dari dompet saya dan menjadi brutal. Melihat gelagat yang tidak baik saya segera melarikan diri. Hampir lima puluh meter saya dikejar-kejar para pengemis perempuan tersebut. Mereka menjadi marah dan meneriakka Indonesia BAHLUL.

Setelah kejadian tersebut saya jadi sangat selektif jika harus sedekah. Dan kejadian yang saya alami ternyata dialami teman saya yang lain juga. Ustadz saya bilang mereka adalah sindikat, ya semacam pengemis yang terkoordinir seperti di Indonesia. Mereka juga membawa bayi supaya orang-orang iba melihat mereka.

Orang yang meminta sedekah bukan dari para pengemis tapi juga dari orang yang (terlihat) sedang menjalankan umroh. Seorang teman bercerita kalau dia didatangi orang India yang katanya habis dirampok sehingga dia tidak bisa pulang ke india dan meminta bantuan. Teman saya akhirnya memberinya tiga puluh real. Entah cerita ini benar atau tidak karena saya juga mengalaminya ketika berada di tempat sa’i. Ketika berada di Safa seseorang Arab memanggil saya dengan bahasa Indonesia yang patah-patah. Di cerita kalau dia dulu pernah tinggal di Jakarta sekian lama dan dia menunjukkan kartu nama penjual dawet di Jakarta.

Dia cerita kalau dia baru dirampok dan dia meminta bantuan saya. Saya akhirnya memberi dia uang sebesar tiga ratus ribu rupiah namun dia meminta seratus atau dua ratus lagi. Saya terpaksa menolak dan mendoakan semoga dia mendapatkan bantuan dari orang lain juga karena uang rupiah saya tinggal dua ratus ribu saja dan itu buat untuk naik taksi nanti dari Bandara Sokerno Hatta. Dengan menyesal saya tidak bisa memberinya uang lebih, memang sih masih ada beberapa ratus dolar tapi itu untuk keperluan anakku yang sudah menunggu.

Sejujurnya ada pikiran sedang ditipu kala itu namun saya berbaik sangka saja dan menyerahkan semua pada Allah saja. Andaikata orang tersebut benar terkena musibah saya berdoa waktu itu dengan sepenuh hati supaya ada orang yang mau membantunya, namun jika orang tersebut ternyata penipu saya berdoa semoga uang yang saya berikan padanya bisa membuatnya sadar karena di uang tersebut saya panjatkan doa yang baik-baik.

Oh ya pengemis kalau tidak salah juga ada di tempat sa’i. Banyak orang-orang berbaju kumal berkulit hitam duduk-duduk diantara Safa dan Marwa sambil membawa balita. Kadang ada juga anak-anak yang meminta uang dengan bahasa isyarat untuk makan.

 

Usahakan Selalu Menolong

Di Mekah atau di Madinah usahakan untuk selalu menolong siapapun yang meminta pertolongan. Itu yang selalu saya pegang walaupun kadang sering secara tidak sadar tidak mau  menolong karena logika yang lebih berjalan daripada hari nurani.