Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Kisah unik adalah ketika saya sudah masuk hijr Ismail dan susah untuk mendapatkan tempat untuk sholat. Ketika sudah mendapatkan tempat untuk sholat dan baru saja takbir tiba-tiba dari depan serombongan wanita datang dan mendorong dan terpaksa sholat dibatalkan. Saya pindah posisi dan melihat anak muda sedang sholat dan dari depan tampak orang yang mau mundur dan mengganggu anak muda tersebut sholat. Saya segera menjaga ruang didepan anak muda tersebut dan berharap setelah dia sholat gentian saya sholat dan dia yang jaga saya namun ternyata didepan saya sekarang malah jadi kosong dan bisa buat sholat. Alhamdulillah akhirnya bisa sholat juga di Hijr Ismail.

Seorang nenek-nenek, anggota jamaah yang telah berumur kurang lebih delapan puluh tahun, sudah manula dan hampir pikun, hilang dari hotel. Yang aneh adalah nenek-nenek tersebut bisa hilang dan keluar dari kamar cucunya. (Dia tinggal satu kamar dengan cucunya yang masih SMA) Padahal nenek-nenek tersebut buat jalan saja susah, atau jalannya super duper pelan karena penyakit tuanya. Subuh tidak ada, pagi hari hilang, siang belum pulang juga. Kita menyalahkan cucu dan anak perempuan nenek tersebut karena kurang perhatian. Apalagi cucunya terlihat sama sekali tidak ada sedihnya kehilangan neneknya tersebut sehingga sebagian dari kita kehilangan simpati.

Teman saya dan saya juga tidak simpati. Bahkan teman saya bilang untuk apa mencari nenek tersebut. Namun walaupun begitu kita tetap saja ada perhatian sama sang nenek. Mulut keras tapi dalam hati tetap kasihan sehingga ketika menjelang maghrib belum pulang juga teman saya mengajak saya untuk berdoa supaya nenek tersebut ketemu dan pulang. Alhamdulillah doa kami langsung terjawab.  Sehabis sholat maghrib saya dan teman saya berniat pulang ke hotel namun jalan yang kami tempuh malah jalan ke mall. Kami segera belok kiri. Disaat kami belok kiri tiba-tiba ada nenek-nenek yang memegang teman saya. Teman saya bingung. Nenek tersebut segera memegang saya dengan erat dan saya bilang kalau nenek inilah nenek-nene yang hilang tersebut. Kami bersyukur karena nenek-nenek tersebut bisa bertemu dengan kami berdua sedangkan keadaan sangat ramai ribuan jamaah yang baru pulang sholat maghrib. Segera saya tawarkan untuk menggendong nenek tersebut namun nenek tersebut menolak. Dengan sangat pelan kami pulang ke hotel. Bayangkan saja saya sendiri dengan berjalan cepat dari masjidil Haram ke hotel saja paling cepat lima menit eh saat itu saya harus menggandeng nenek-nenek yang jalannya super duper lambat. Tapi yang jelas saya bersyukur nenek-nenek tersebut bisa bertemu dengan kami. Rupanya nenek-nenek tersebut mengenali kami dari syal yang kami kenakan dan nenek-nenek mengenal aku karena beberapa kali saya menolongnya membukakan makan dan minumannya. Ternyata nenek-nenek tersebut sekitar jam tiga pagi pergi ke Masjidil Haram seorang dirinya karena cucunya tidak mau dibangunkan dan nenek tersebut dibawa oleh orang India ke Masjidil Haram. Anak dan cucunya curiga kalau neneknya jadi korban perampok karena ketika si nenek pergi, si nenek memakai gelang yang baru dibeli tadi siang.

Pagi berikutnya nenek tersebut hilang lagi namun siangnya si nenek bisa kembali lagi ke hotel. Ternyata waktu saya tolong kemarin dia menghapalkan jalan pulang ke hotel. Ya membuat saya senang, bila nenek tersebut melihat aku dan temanku selalu saja dia mengacungkan jempolnya karena sudah tidak bisa bicara.