Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Satu jam menjelang sholat ashar, saya dan teman-teman kembali ke Masjid Nabawi dan langsung menuju ke depan, namun ternyata bagian depan sudah penuh sesak. Saya dan teman-teman akhirnya sholat sunah dan menunggu disamping belakang sekat-sekat dekat tempat sholat perempuan. (Bagian dalam masjid Nabawi disekat-sekat, yitu raudhah dan bagian tempat sholat untuk perempuan). Setahu saya menjelang sholat fardhu, raudhah yang untuk perempuan dibuka untuk laki-laki dan juga tempat sholat untuk perempuan diperuntukan untuk laki-laki). Saya lihat disana banyak orang-orang yang berdiri seperti menunggu sesuatu. Saya dan teman-teman mencoba ikut walaupun tidak tahu untuk apa. Ternyata tidak berapa lama sekat dibuka, orang-orang berlari berdesak-desakan dan saling dorong. Saya terdorong dan ikut lari saja, ternyata mereka berlarian menuju karpet hijau atau raudah. (Raudah dan bukan raudah gampang dibedakan dari karpetnya. Raudah berkarpet hijau dan selain itu berwarna merah). Saya akhirnya mempercepat lari saya dan Alhamdulillah dapat tempat dibawah tempat adzan. Saya sangat bersyukur karena ternyata raudahnya tidak dibuka dibagian depan atau tengah tapi bagian samping. Saya sangat bersyukur dan saya lampiaskan dengan sholat sunah sebanyak-banyaknya dan berdoa sepuas-puasnya. Alhamdulillah saya bisa melaksanakan sholat asar pertama di raudoh.

Setelah sholat asar saya terpisah dari teman-teman dan merasa badan saya tidak enak. Saya pulang ke hotel namun ternyata teman-teman belum pulang. Saya mau masuk ke kamar namun tidak membawa kunci. Saat bingung tersebut seorang room boy datang menanyakan kamar saya dan akhirnya saya bisa masuk setelah dia membuka kamar saya dengan kunci master. Saya bersyukur dan akhirnya bisa tidur dan beristirahat. Namun karena tidur tersebut saya terlambat ke masjid. Pas waktu adzan saya baru bangun sehingga harus merelakan shalat magrib di karpet merah (bukan raudhah). Setelah shalat maghrib saya merangsek kedepan menuju raudhah namun tidak bisa masuk karena kebanyakan jamaan tidak mau pergi dari raudhoh setelah shalat magrib. Terpaksa saya shalat di belakang raudhah, lumayanlah masih di area masjid Nabi. Area Masjid Nabi adalah area masjid zaman Nabi Muhammad SAW sebelum diperluas oleh para khalifah dan raja, dan area masjid itu ditandai oleh pilar masjid yang ditulisi kata Masjjid Rasulullah berwarna hijau.

Malam hari, jam 2 malam kami bisa shalat di raudoh. Setelah shalat malam dengan puas saya menyingkir untuk memberi kesempatan orang lain dan shalat subuh disamping raudhah. Pagi harinya ternyata teman-teman bercerita kalau mereka bisa shalat subuh di raudhoh karena setelah shalat malam mereka tidak keluar dari raudhoh. Saya jadi iri, sehingga malam-malam berikutnya setelah shalat malam saya tidak keluar tapi tetap menunggu waktu subuh dan shalat subuh di raudhah.

Hampir setiap shalat fardhu dan shalat malam saya bisa di raudhoh, alhamdulillah.

Selama di Madinah, selain ibadah di Masjid Nabawi, kami dibawa tur ke tempat-tempat yang bersejarah dalam islam, seperti masjid Quba, Jabal Uhud, perkebunan kurma, Gua Hira, Jabal Nur dan melewati tempat-tempat lain seperti Masjid Jin dan lain-lain.