Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Oh ya, ini tips yang selalu saya pegang selama di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram, Walaupun berdesakan usahakan untuk tidak melangkahi di depan orang yang sedang shalat. Karena Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kalian shalat, kecuali menghadap sutrah (pembatas) dan janganlah kalian membiarkan seorangpun lewat di hadapanmu, jika dia menolak hendaklah kamu bunuh dia, karena sesungguhnya ada syetan yang bersamanya.” (HR. Muslim). Alhamdulillah selama umroh hal tersebut selalu saya lakukan. Mending tidak dapat raudhah daripada melangkahi orang yang sedang shalat.

Yang kedua tips yang saya lakukan adalah tidak menyakiti atau menzalimi orang lain seperti mendorong, menyikut atau mengasari orang lain atau merebut tempat shalat orang lain.

Tips yang ketiga adalah selalu membantu  orang bila ada yang membutuhkan apapun itu, termasuk dengan uang bila ada orang yang meminta bantuan walaupun itu mungkin cuma tipuan.

Sejujurnya banyak sekali makna yang bisa dipetik dari melaksanakan umrah ini. Mulai makna dari doa yang dipanjatkan, perenungan tentang perjuangan Nabi SAW dan para sahabat, dan juga dari tingkah laku teman. Sebagai contoh disana ditunjukkan bahwa orang yang baik akan kelihatan kebaikannya dan tabiat yang buruk akan diperlihatkan keburukkannya. Orang yang biasa sombong nyata-nyata ditegur.  bagi saya dan teman-teman itu sudah cukup untuk menjadi pelajaran. Mekkah memang bukan kota pembalasan atas segala dosa-dosa yang diperbuat di tanah air, tapi di sana seperti ditunjukkan jati diri orang perorang, sifat dan kelakuan baik dan buruk seseorang.

Sebagai contoh, seorang teman yang biasa merasa paling pintar, di Madinah bermasalah ketika sedang belanja. Dia bermasalahdengan seorang pedagang yang masih anak-anak. Bahkan teman saya tersebut disuruhnya untuk memakai otak atau berpikir dengan menunjuk-nunjukkan telunjuknya pada kepalanya karena hitungan si penjual dan teman saya tidak deal juga. Lama sekali terjadi perdebatan diantara mereka dengan bahasa yang terbatas. Setelah teman saya yang lain ikut campur, ternyata teman saya yang sok pintar ini memang bodoh karena hitungannya selalu salah sehingga membuat si pedagang tersebut marah-marah. Teman saya yang lain akhirnya mengajari cara belanja yang praktis, yaitu menanyakan berapa harga satuannya dan setelah itu dihitung kali berapa dan minta diskonnya berapa.

Belanja di Mekah dan Madinah

Ibadah di Makah dan Madinah tentu ada rasa cape dan itu wajar saja. Untuk menghilangkan rasa cape tersebut biasanya saya dan teman-teman jalan-jalan di toko-toko atau mall untuk sekedar cuci mata atau belanja. Kalau anda jalan-jalan di pertokoan atau mall atau kaki lima maka anda akan disapa oleh penjual yang bertampang Arab maupun Afrika dengan sapaan dalam bahasa Indonesia. Jangan heran bila mereka menjajakan barang dagangan mereka dalam bahasa Indonesia. “ Tiga real, tiga real,” atau “lima real dua, satu tiga real.”