Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Banyak juga pedagang yang bila melihat orang melayu atau Indonesia mereka akan menyapa kita dengan sapaan apa kabar. Mereka akan menyalami kita seperti sahabat lama sehingga mau tidak mau kita harus mampir ke toko mereka. Mereka pasti akan bilang Indonesia bagus, Indonesia good, yang lain bahlul, dan lain sebagainya. Mereka seringpula bercanda dengan menarik tangan kita atau menyandera barang-barang kita dan meletakkan barang kita didalam toko mereka sehingga kita terpaksa masuk kedalam toko mereka, tapi tenang saja, mereka semua baik-baik saja. Pandai-pandailah kita bergurau atau bicara pada mereka dan mereka tidak marah walaupun kita tidak belanja pada mereka. Mereka dengan senang hati akan memberi kita kartu nama sehingga kita bisa kembali lagi ke sana.

Jamaah haji atau umroh asal Indonesia terkenal sangat baik pada semua orang dan juga terkenal tidak pelit dalam hal berbelanja sehingga dimanapun jamaah haji dan umroh asal Indonesia akan disapa seperti sapaan seorang sahabat.

Bila anda ingin belanja di kaki lima anda bisa belanja di sekitar masjid Nabawi. Di jalan-jalan sekitar masjid Nabawi anda akan menemukan pedagang-pedagang kaki lima atau gelaran dan ini tidak akan anda temui di Mekah atau masjidil haram. Terutama setelah sholat subuh, anda akan mendapati jalan-jalan di sekitar masjid Nabawi yang ramai sesak oleh para pedagang kaki lima. Mereka menjual tasbih, gelang, kalung, kayu siwak, baju-baju Arab dan aksesorisnya, kopiah, kerudung, cincin, batu akik, sandal, sepatu, mainan anak dan lain sebagainya.  Yang perlu anda ketahui bahwa barang-barang yang dijual di kaki lima atau ditoko-toko atau mall di Mekah dan Madinah hampir semuanya produksi Cina dan sisanya dari India.

Tasbih, kopiah, baju gamis, baju apapun yang bercorak Arab ternyata buatan Cina, bahkan hape Galaxy S5 dan hape-hape mahal yang bajakan pun dari Cina. Para penjual disana mengakui bahwa hampir semuanya berasal dari Cina. Ini mungkin yang namanya Cina Inc, atau Cina Link. Orang-orang Cina berpikir bahwa bisnis itu tidak mengenal agama dan mereka mempraktekannya disana sehingga hampir semua barang-barang yang ada di Arab Saudi semuanya made in Cina. Kalau India menguasai sebagian di baju dan aksesoris seperti gelang atau cincin. Kita harusnya belajar banyak pada mereka tentang hal ini. Orang Cina sangat kuat dalam mempelajari budaya Arab dan membuat imitasinya bahkan membuat inovasi yang sangat menarik bagi orang Arab sendiri baik dari segi bentuk, motif maupun harganya yang sangat kompetitis. Dominasi barang-barang buatan Cina bukan hanya ada di kerajaan Arab namun hampir seluruh dunia. Di Indonesia jelas barang-barang made in Cina sudah mendominasi bahkan Amerika Serikat sekalipun tak berdaya menghadapi serbuan barang-barang Cina yang harganya murah meriah.

Untuk anda yang ingin membeli emas di Mekah atau Madinah, jangan sungkan-sungkan untuk menawar. Emas disana dijual dengan bentuk yang yang berbeda-beda dan dengan harga yang berbeda-beda pula sesuai dengan bentuk atau penawaran dari sang penjual. Jadi disana tidak ada harga emas yang baku, misalkan harga emas satu gram sekian real atau sekian dolar. Semua tergantung tawar menawar penjual dan pembeli. Saran saya untuk anda yang ingin belanja barang-barang mahal seperti emas atau alat-alat eletronik atau hape, tablet dan semacam itu, sebaiknya belanjalah dengan uang dolar. Ya uang dolar disana mempunyai harga yang tinggi. Waktu itu dolar di Indonesia satu dolarnya seharga sebelas ribu lima ratus rupiah dan di Arab dihargai dua belas ribu rupiah dan itu menguntungkan kita.

Belanja di Mekah dan Madinah, khususnya di mall atau pertokoan, anda tidak usah galau kalau anda tidak punya uang dolar atau real karena mereka juga mau menerima uang rupiah tentu saja di toko tersebut uang rupiah akan di konversikan kedalam uang real. Pengalaman yang sangat lucu adalah ketika seorang teman yang selalu belanja dengan uang rupiah dan itu membuat seorang pedagang kaki lima yang sudah kakek-kakek terpaksa bertanya sana sini tentang kurs rupiah, dan akhirnya uang rupiah tersebut diterima. Bukan sekali teman saya mengerjai pedagang disana yaitu dengan belanja dengan uang rupiah walaupun pedagangnya agak pusing karena harus menghitung kurs rupiah dengan real.

Saran saya untuk anda yang mau belanja barang-barang seperti baju, emas, hape dan sebangsanya, tawarlah seperti menawar di iindonesia. Sebagai contoh,  baju dengan harga dua ratus tujuh puluh real berhasil saya beli seharga seratus tiga puluh real. Saya coba cek harga baju saya di toko lain dan pegadang tersebut mengatakan bahwa baju yang saya beli buat istri saya itu banderolnya adalah dua ratus tujuh puluh real.