Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Lain kali saya membeli emas dengan uang dolar dan saya dapat potongan sebesar enam dolar. Yang parah teman saya, setelah tawar menawar, dia malah dapat potongan harga hampir dua puluh dolar, saya kalah tuh. Memang kalau kita menawar terlalu seperti teman saya tersebut kita akan disebut bakhil atau pelit tapi itu tidak apa-apa yang penting dapat harga yang paling murah.  Oh ya jangan lupa sebelum membeli emas atau hape dan tablet lebih baik survey dulu dengan toko-toko yang lain.

Jangan terlambat pergi ke masjid

Jalan-jalan atau belanja di mall kadang kala membuat kita lupa waktu, seperti teman saya. Adzan sholat sudah dikumandangkan dan dia masih asyik jalan-jalan di mall sedangkan orang-orang sudah bergegas menuju masjidil Haram. Beberapa saat sebelum sholat teman saya tersebut bergegas menuju masjidil Haram namun dimalah terjebak didalam mall karena halaman masjidil haram dan jalan menuju masjid sudah penuh sesak oleh jamaah. Bahkan didepan mall tersebut dan pintu keluarpun sudah penuh diduduki Jemaah yang mau sholat sehingga dia terpaksa sholat di mall. Cuma dia jadi bingung ketika mau sholat sunah baca niatnya apaya? Karena di mall apa niatnya usholli molli atau apa ya? (ini becanda jangan dimasukkan dalam hati).

Di ciumi orang Arab.

Teman saya mempunyai pengalaman yang unik waktu di raudhah, masjid Nabawi. Untuk mendapatkan teman di raudhah sangatlah susah kapan saja waktunya. Ceritanya jam setengah tiga kami, saya dan teman-teman masuk ke raudhah, untuk sholat malam da menunggu sholat subuh. Selama beberapa jam tersebut saya manfaatkan sholat entah berapa puluh rokaat atau mungkin ratusa tiada hentinya. Maklum kalau kita berhenti tentu saja akan diminta oleh orang lain. Tapi ini tidak berlaku pada teman saya. Dia sholat ala kadarnya dan setelah itu di mempersilahkan orang yang mau sholat sunah ditempat duduknya. Kebetulan orang-orang tersebut adalah-orang-orang Arab. Mereka sangat senang mendapat kesempatan sholat di raudhah dan sebagai rasa terima kasih dan senangnya teman saya diciuminya berkali-kali dan itu dilakukan oleh beberapa orang yang dia persilahkan untuk sholat sunah.

Teman saya memang nekat, eetelah tempatnya dipakai oleh orang lain untuk sholat dia malah tidak mau menempati tempatnya walaupun orang Arab tersebut mempersilhkannya kembali, dan teman saya melah memilih untuk meminta sebagian tempat dariku yang untuk berdiri untuk sholat saja susah. Waktu belum masuk sholat subuh memang tidak masalah karena ketika saya sedang sholat dia bisa berdiri dibelakangku tapi ketika sholat subuh tiba, tempat yang buat berdiri seorang diri saja susah dan sekarang harus dibagi buat berdua dan itu tidak mungkin. Kalau saya sholat sendirian dengan sujud dan duduk sedangkan temanku itu harus sholat dengan berdiri tentu tidak elok. Akhirnya aku putuskan untuk maju setengah langkah dan dia yang ada dibelakangku untuk mundur setengah langkah sehingga kami tetap bisa sholat walaupun aku memelencengkan shaf, itu tidak apa-apa yang penting temanku bisa sholat. Di kala orang-orang meluruskan shaf saya terpaksa memelencengkan shaf yang penting semua bisa shalat.

Sholat Di Raudhah

Raudhah adalah taman surge dan mempunyai keutamaan untuk berdoa dan beribadah sehingga semua orang yang datang ke masjid Nabawi pasti memimpikan untuk sholat di raudhah. Raudhah yang tidak begitu luas tersebut harus menampung orang yang sangat banyak sehingga jangan heran jika sholat disana tidak bisa duduk tawaruk sebagai mana mestinya, bahkan kadang kita tidak bisa duduk diatas kaki kita sendiri karena sempitnya dan kaki orang masuk kebawah pantat kita. Sah atau tidak sholat kita? Tak tahulah, karena hampir semua orang juga begitu sih. Kalau saya sendir saya buang jauh perasaan tersebut, yang penting terus beribadah dan berdoa. Kapan lagi?