Pengalaman Unik Dan Menarik Selama Umroh

Tips Shalat Di Raudhah

Jamaah haji atau umroh asal Indonesia biasanya berbadan kecil atau pendeka. Seratus enam puluh lima centimeter itu juga masih pendeka jika dibanding jamaah asal Arab, India apalagi Afrika. Namun pendeknya kita kalau kita bersama mereka malah membuat kita nyaman. Kalau kita sholat kita bisa berdiri disela-sela mereka yang tinggi dengan nyaman daripada berdiri dengan orang-orang yang mempunyai tinggi badan yang sama atau tidak jauh berbeda dari kita.

Awalnya saya tidak menyadarinya, namun setelah teman saya yang lebih pendek dari saya dan bercerita tentang nyaman dan baiknya orang-orang yang bertubuh besar dan saya rasa masuk akal dan saya akhirnya juga mengalaminya juga. Ketika saya mendapatkan tempat diantara orang-orang Nigeria yang tinggi-tinggi dan besar ternyata saya malah mendapatkan posisi yang enak untuk sholat di raudhah.

Sholat di raudhah berdirinya kadang seperti berdiri diatas bus PPD yang penuh sesak sehingga untuk berdiri dua kaki dengan nyaman saja amat susah. Tips ini adalah pengalaman pribadi. Waktu itu saya sholat, disebelah kiri saya ada orang tua dari Pakistan yang sholatnya sambil duduk, sedang disebelah kanan saya adalah orang-orang Arab yang tubuhnya sangat besar. Ketika sholat fardhu dan ketika baru takbir, tibba-tiba orang-orang Arab disebelah kiri saya mendorong dengan keras. Saya berpikir dalam hitungan sepersekian detik. Kalau saya mengikuti dorongan tersebut maka saya akan jatuh ke kiri atau menjatuhi orang Pakistan yang sholatnya sambil duduk . Kalau saya mundur maka saya tidak bisa ruku dan sujud, akhirnya saya maju setengah langkah sehingga orang Arab di sebelah kanan saya berada dibelakang saya (Nah Lo bingung deh orang Arab tersebut. Tentu bingung karena saya didepannya dan tentu saja dia susah untuk ruku dan sujud nantinya).

Saya dalam posisi yang aman dan nyaman untuk sholat dan sekarang malah giliran orang Arab yang dibelakang saya yang bingun kalau nanti dia ruku dan sujud. Namun saya berbaik hati dengan memberinya ruang untuk ruku dan sujud ketika ruku dan sujud, karena apalah artinya kalau kita bisa sholat di raudhah sedangkan orang lain tidak bisa sholat.

Berbagi Di Raudhah

Jangan hera jika di raudhah tempat duduk yang kita dapati pertama lama-lama menjadi sesak karena banyak yang memaksa ikut duduk, kalau sudah begitu kita ya harus ikhlas berbagi. Percuma rasanya kalau kita beribadah tetapi orang lain tidak bisa beribadah, ya walaupun kita jadi tidak nyaman. Jangan heran kalau di raudhah tempat duduk yang ideal untuk dua orang disana bisa diisi oleh empat orang.

Percuma beribadah di tempat yang sangat mustajab dan sangat utama untuk berdoa namun di hati masih keras dan tidak mau berbagi. Suatu ketika saya mendapatkan tempat di raudhah duduk disamping seorang jamaah umrah, dan setelah saya investigasi (serius nih)  dia jamaah umroh asal Indonesia asal Nusa Tenggara. Dia bercerita kalau dia itu TKI dan kerja di Bir Ali dan sedang menjalankan umrah. Tiba-tiba seorang berperawakan Arab meletakkan bungkusan didepannya, maksudnya titip supaya orang Arab tersebut bisa sholat karena saya lihat orang Arab tersebut berdirinya saja susah apalagi meletakan barang tersebut didepannya ketika sholat, itu tidak mungkin karena sempit. Namun Jemaah asal Indonesia tersebut segera membuang barang tersebut. Orang Arab tersebut segera mengambil barang miliknya. Melihat adegan tersebut saya geleng-geleng kepala, kok bisa begitu ya di raudhah, berbagi sedikit saja tidak mau padahal didepan jamaah asal NTT tersebut masaih cukup untuk sujud dengan nyama namun karena ego dia tidak mau ada barang milik orang lain ada didepannya. Saya segera memanggil orang Arab tersebut dan meminta barangnya dan saya letakkan diatas tas saya yang terletak didepan saya.