Stop Jangan Sewa Kios Untuk Jualan Sebelum Baca Artikel Ini

Stop Jangan Sewa Kios Untuk Jualan Sebelum Baca Artikel Ini

Kebanyakan orang, khususnya para pemula yaitu orang-orang yang pertama kali mulai membuka usaha memiliki semangat yang menggebu-gebu dan yakin kalau jualan mereka akan laku sehingga mereka tidak segan-segan mengeluarkan modal yang besar untuk membuka usaha mereka, diantaranya adalah dengan menyewa kios atau ruko.

Stop Jangan Sewa Kios Untuk Jualan Sebelum Baca Artikel IniStop Jangan Sewa Kios Untuk Jualan Sebelum Baca Artikel Ini
Stop Jangan Sewa Kios Untuk Jualan Sebelum Baca Artikel Ini

Dalam pikiran mereka kalau sudah berhasil menyewa kios maka jualan akan menjadi mudah dan laku. Mudah memang iya, namun kalau laku belum tentu, apalagi laris manis. Banyak yang menyewa kios, selanjutnya kekecewaan yang mendalam setelah mereka buka karena jualan mereka tidak laku.

Yang parah mereka jualan hanya tahan paling lama satu minggu dan setelah itu mereka bingung bagaimana cara mengembalikan modal yang mereka keluarkan. Kebanyakan orang yang baru berusaha memng begitu. Mereka terlalu menggebu-gebu dalam berusaha dan kalah KO dalam beberapa hari, karena usaha mereka tidak jalan. Jualan mereka tidak ada yang beli atau usaha jasa mereka tidak ada yang meminati. Ini seratus delapan puluh derajat berbanding terbalik dengan keinginan, dan prasangka awal mereka.

Di jalan Tipar Cakung, hampir 80 % lebih usaha dengan sewa kios tutup cepat-cepat. Hanya beberapa yang bertahan sampai setengah tahun sampai satu tahun. Walaupun mereka sudah menggunakan branding dan beberapa diantaranya sudah memiliki brand namun banyak yang akhirnya tutup dan gulung tikar. Maksud saya menulis ini adalah, jika mau membuka usaha, entah itu jualan atau membuka jasa usaha, sebaiknya jangan terlalu menggebu-gebu dan harus tes pasar terlebih dahulu.

Walaupun Anda sudah menggunakan ilmu dari para pakar branding dan pakar pemasaran, itu tidak menjamin kios Anda akan laris manis di serbu oleh para pelanggan. Seringkali kenyataan pasar berbeda dengan pemikiran Anda. Ada baiknya sebelum Anda menyewa kios untuk usaha atau jualan, Anda sebaiknya mengetes dulu dengan mangkal di pinggir jalan. Setidak ini mengurangi resiko kerugian Anda. Atau kalau tidak memungkinkan, sewalah kios yang murah meriah terlebih dulu, baru sewa kios yang mahal.

Di Jakarta, walaupun usaha nempel dekat rumah orang di pinggir jalan atau di atas got, semua harus mengeluarkan uang sewa entah untuk pemilik rumah depan got tersebut ataupun pengelelola dan preman setempat.

Bila Anda membuka usaha baru, itu artinya Anda akan bersaing dan berusaha mengalahkan mereka yang lebih dulu eksis. Jika Anda ingin mengalahkan mereka yang telah lebih dulu eksis, Anda harus punya banyak kelebihan dari para pesaing tersebut. Misalnya harga barang Anda lebih murah, lebih bermutu, pelayanan lebih baik dan lain-lain. Jika usaha Anda tidak punya kelebihan, siap-siap saja Anda gulung tikar.

Di jalan Tipar Cakung ada kios bagus membuka usaha kelontong dan hanya bertahan tiga hari, dan itu biasa terlihat di jalan Tipar Cakung Jakarta. Saya rasa di tempat lain juga begitu. Kalau ada usaha yang tahan lama biasanya adalah usaha yang tempat atau kiosnya adalah milik orang tersebut sehingga tidak mengeluarkan uang sewa, atau kios yang menjual dengan harga sangat murah.

Di jalan Tipar Cakung Jakarta, beberapa Warung Nasi Padang gulung tikar walaupun mereka sudah membuat bagus warung makan mereka karena kalah dengan warung padang yang menjual harga makanan mereka yang hanya 60 persen. Bayangkan, harga satu porsi nasi Padang dimana-mana Rp. 15.000,- sedangkan warung padang murah menjualnya hanya Rp. 8.000,- sehingga warung-warung Padang di sekitarnya gulung tikar, kalaupun ada yang bertahan,nasibnya mati enggan hidup tak mau karena kebanyakan pelanggan lebih memilih pada harga yang lebih murah.

Banyak usaha yang membuka kios gulung tikar kalah oleh mereka yang hanya usaha dari jualan gerobak di pinggir jalan yang sudah memiliki pelanggan. Ada baiknya sebelum Anda sewa kios untuk membuka usaha Anda, Anda tes pasar lebih dulu atau menggunakan modal yang seminim mungkin. Jangan sampai sudah sewa kios mahal-mahal dalam beberapa hari Anda langsung gulung tikar. Saya sangat hapal dan sering melihat, satu kios hanya bertahan paling lama satu bulan, dan bulan berikutnya sudah berganti usaha lain atau berpindah tangan pada orang lain, atau kiosnya tutup dan di tulisi” disewakan”.

Kurangi kebangkrutan Anda, apalagi jika modal Anda pas pasan, dan jalankan seperti apa yang saya sarankan ini karena saya juga pernah mengalami hal yang seperti ini.

Semoga bermanfaat.